Rp. 400 an Juta SPP SMAN 1 Tigalingga Sengaja Diendapkan?

Estimated read time 2 min read

Sidikalang- Dairi Pers :  Bantahan Kepala SMAN 1 Tigalingga Indra Syanputra Padang , S. Pd. I disalah satu media online Kamis (25/6/2026) atas kutipan Uang komite justru semakin membuka dugaan sejumlah kebobrokan manajemen pengelolan sekolah.  Bantahan sebatas “kulit” bukan uang komite namun uang SPP sebagai pembenaran saja karena inti masalah adalah uang yang dibebankan kepada  siswa . Lantas benarkah uang itu diendapkan direkening atau sudah dibelanjakan semakin menarik untuk ditelusuri.

Kepala SMAN 1 Tigalingga Indra Syanputra Padang , S. Pd. I yang dikonfrimasi jumat (26/6/2026) melalui pesan whatapp mulai bertindak “benar”. Jika biasanya “cuek” memberikan hak jawab kali ini sudah memberikan jawaban meski terkesan menutupi apa yang sebenarnya dengan mengulur ulur waktu.

Sejumlah pertanyaan yang diajukan media ini akan keberadaan SPP yang dibebankan ke siswa Rp. 70.000 per bulan dengan jumlah siswa 941 orang sehingga untuk 6 bulan diperkirakan sekitar Rp. 400 an juta masih terus menjadi misteri karena dana BOS tahap I  juga sudah diterima sekolah ini Rp. Rp, 751. 290. 000.

Dairi pers yang meminta keterangan akan bentuk penerimaan SPP ini apakah melalui transaksi online, TF atau kasir sekolah. Juga tidak dijawabnya hingga pertanyaan mendasar dimana uang SPP itu diendapkan apakah rekening kepala sekolah atau bendahara juga tidak dijawabnya.

Kepala SMAN 1 Tigalingga Indra Syanputra Padang , S. Pd. I juga belum memberikan jawaban berapa banyak siswa yang masuk kategori dibantu karena alas an kemanusian seperti yatim piatu. Jawabannya dalam pesan Whattapp hanya berjanji akan memberikan jawaban senin depan karena dirinya sedang menuju menuju Medan bersama keluarga.

Jawaban yang terkesan mengulur waktu itu diduga sengaja dilontarkan untuk menutupi apa sebenarnya yang tengah terjadi di SMAN 1 Tigalingga. Apakah perangkat bendahara yang  ada tidak difungsikan sehingga harus kepala sekolah yang  memberikan jawaban masih menjadi kecurigaan.

Infromasi yang diperoleh media ini menyebutkan sejak Januari 2026 hingga bulan juni 2026 belum ada kegiatan sapras yang terlihat dikerjakan. Sementara pemasukan dana  yang sudah dikelola sekolah ini selama 6 bulan tahun 2026 ini diperkirakan lebih dari Rp. 1 miliar yang bersumber dari dana Bos dan Uang SPP siswa.

Cukup ironis dari dana lebih dari Rp. 1 Miliar yang dikelola sekolah dibagi dengan 120 hari kegiatan belajar mengajar maka per harinya sekolah ini menghabiskan sekitar Rp. 9. 000. 000.

Hendaknya hal ini menjadi perhatian instansi terkait terutama kasi Cabdis Pendidikan Zulkarnaen Barus dan inspektorat sumatera utara.  (Hen)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours