Gunakan Dinding Lama, Revitalisasi SD Huta Ginjang Dipersoalkan

Estimated read time 2 min read

Sidikalang- Dairi Pers : Bantuan Pemerintah untuk Revitalisasi SD Huta Ginjang, Kec. Silima Punggapungga kab Dairi sebesar Rp875.607.000 menuai sejumlah keanehan. Pasalnya diduga kuat kalau pekerjaan revitalisasi ruangan belajar yang tengah dikerjakan masih menggunakan tembok/ dinding lama padahal ruangan ini bekas kebakaran.  Bukan itu saja barang barang dan mobiler yang menjadi asset sekolah yang berhasil diselamatkan saat kebakaran silam hingga kini tidak diketahui juntrungannya.

Infromasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan pekerjaan revitalisasi SD Huta Ginjang ini tengah berlangsung dikerjakan secara swakelola sekolah. Anggaran yang ditampung hampir Rp. 900 juta. Namun keanehan muncul karena justru pada ruangan belajar yang tengah dibangun diduga masih menggunakan tembok lama bekas terbakar.

Belum diketahui apakah sudah ada ahli atau konsultan yang menjamin dinding bekas terbakar itu masih kuat dan aman   digunakan menjadi ruangan belajar. Kekhawatiran justru muncul menggunakan sebahagaian diding bekas kebakaran akan mengancam keselamatan siswa saat ruangan kelak selesai dan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Bukan itu saja sejumlah material dan mobiler sekolah bekas dari bongkaran gedung hingga kini tidak diketahui “rimbanya”. Dikhawatirkan nantinya mobiler lama dan sejumlah asset bongkaran gedung yang tengah direhap juga akan menjadi raib . Bahkan lebih parah lagi jika akan kembali digunakan namun dalam laporan pertanggung jawaban diakui sebagai mobiler yang baru dibeli.

Kepala dinas Pendidikan Dairi Jaspin Sihombing yang dikonfrimasi Rabu (22/6/2026) di ruang kerjanya mengakui ada beberapa sekolah yang mendapat revitalisasi gedung. Salah satunya Revit SD Huta Ginjang. Berkaitan dengan dinding bekas kebakaran masih digunakan Jaspin menyebutkan akan langsung melihat kondisinya .”Kalau ada pihak teknis yang menjamin dinding masih layak digunakan dinas tidak keberatan. Namun kalau tidak ada kajian dan penjamin maka kita utamakan keselamatan siswa ”tegasnya

Saat ditanyakan arti utamakan keselamatan siswa Jaspin menyebutkan jika ada pihak tekhnis seperti konsultan atau ahli yang menjamin dinding masih layak digunakan kita tidka keberatan. Namun jika tidak ada pihak maka wajib bongkar, tambahnya

Sementara itu Kepala SD Negeri Huta Ginjang, Apser Tambunan yang coba dikonfrimasi Dairi Pers Rabu (22/6/ 2026) akan informasi dinding lama masih digunakan enggan menjawab. Berkaitan dengan dugaan raibnya mobiler dan sejumlah asset bongkaran ruangan belajar yang tidak terlihat lagi juga tidak dijawabnya. (Hen)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours