BOS SMAN 1 Tigalingga Rp. 1,5 M , Masih Pungut Uang Komite Hampir Rp. 1 M

Estimated read time 2 min read

Sidikalang- Dairi Pers : Meski telah menerima BOS (Bantuan Operasional Sekolah) sekitar Rp. 1,5 Miliar setahun Namun SMAN 1 Tigalingga Kabupaten Dairi masih membebankan siswa siswinya Rp. 75. 000 per orang per bulan. Berlindung dibalik uang komite tidak tanggung tanggung pungutan yang terkumpul  dari siswa itu sekitar Rp. 1 miliar setahun. Yang mengundang curiga padahal  Dana BOS sudah cukup menutupi kebutuhan dasar sekolah.

Informasi yang diperoleh media ini kepala sekolah Indra Syanputra Padang , S. Pd. I menjabat kepala SMAN 1 Tigalingga pada September 2025 menggantikan Antoni Tarigan yang pensiun.  Sebelumnya Indra sebagai guru biasa.

SMAN 1Tigalinga merupakan sekolah terbesar di kecamatan Tigalingga Dairi dengan jumlah siswa tahun 2026 sebanyak 941 orang. Untuk tahun ini dana BOS tahap I  telah diterima sebesar Rp, 751. 290. 000 untuk keperluan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru, Pengembangan Perpustakaan,  Pembelajaran Ektrakulikuler,  Asesmen/ evaluasi Pembelajaran , Adm kegiatan sekolah, Pengem. Profesi guru tenaga kependidikan , Langganan Daya dan Jasa, Pemeliharaan sapras, Multimedia dan  Pembayaran Honor guru dan perangkat sekolah .

Namun demikian berlindung dibalik uang komite sekolah masih membebankan siswa Rp 75. 000 per bulan. Sehingga dari dana komite terkumpul setidaknya Rp. 70. 575. 000 per bulan. Hingga bulan Juni 2026 diperkirakan sudah terkumpul Rp. 423. 450. 000. Dan dalam setahun jumlahnya nyaris Rp. 1 miliar.

Dairi Pers yang mencoba mengkonfrimasi pungutan uang komite ini kepada kepala sekolah SMAN 1 Tigalingga Indra Syanputra Padang Rabu (24/ 6/ 2026) sama sekali enggan mengangkat ponsel. Sementara konfrimasi via pesan whatapp akan pungutan  uang komite hingga Rp. 400 an juta dalam 6 bulan  padahal dana BOS telah diterima tahap pertama Rp. 751 juta tidak dijawabnya.   Untuk apa peruntukan dana komite yang dipungut dari siswa juga tidak dijawabnya.

Jumlah siswa yang diwajibkan dan  berapa banyak siswa yang dibebaskan dari pungutan belum diberikan klarifikasi.

Pesan Whatapp yang dikirimkan ke ponselnya terkirim dan dibaca namun sama sekali enggan menjawab klarifikasi dan konfrimasi.  Hendaknya pungutan ini menjadi perhatian serius kepala Cabang Dinas Pendidikan IV Sumut  dan kepala dinas pendidikan Sumatera utara. Kondisi perekonomian masyarakat Tigalingga yang juga terasa atas perekonomian nasional membuat pungutan uang komite sekolah ini menambah beban rumah tangga warga Tigalingga yang anak anaknya menuntut ilmu disekolah ini. (Hen)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours