Kembali Ikan Jurung  Lae Renun Mengapung di Tanah Pinem

Estimated read time 2 min read

Sidikalang- Dairi Pers : Kembali terulang ikan asli lae renun jenis Jurung mengapung disepanjang aliran sungai renun  desa Mangan Molih, Lau Renun dan Liang Jering Tanah Pinem, Kab Dairi.  Ikan endemic sungai renun itu mengapung dan menggelepar ke permukaan tanpa diketahui penyebabnya. Kejadian ikan asli lae Renun itu menggelepar dan mengapung merupakan yang kesekian kalinya. Warga desa sepanjang aliran sungai menduga akibat rusaknya kualitas air atau kuat dugaan keracunan  .

Sikap Ginting warga Tanah Pinem menuturkan jumat (18/9/ 2026) sekira pukul 08. 00 Wib warga melihat pemandangan tidak biasa ratusan ekor ikan jurung menggelepar dan mengapung dialiran sungai. Ukuran ikan bervariasi mulai dari anakan hingga berat 2 kiloan. Warga memanen ikan dengan menggunakan peralatan seadanya . Ikan selanjutnya juga dikonsumsi.

Ginting menyebutkan meski belum diketahui jumlahnya secara pasti  namun diperkirakan ikan yang berhasil ditangkap warga jumlahnya sekitar 2 Ton di tiga desa yakni desa Mangan Molih, Lau Renun dan Liang Jering ,Tanah Pinem. Sementara kondisi air terlihat keruh dan bercampur lumpur.

Disebutkan kejadian ikan mengapung dan menggelepar itu bukan pertama kali terjadi namun sudah berulang kali. “masa Bupati Eddy Berutu dengan sigap petugas dinas pertanian diturunkan untuk meneliti. Namun jawabannya ikan mengapung diduga karena kekurangan oksigen. Mungkin disebabkan kualitas dan kadar lumpur sungai meninggi. Namun jika terus berulang begini warga sudah tidak percaya”Jelas Ginting.

Sejumlah warga mengaku dugaan kuat ikan mengapung karena keracunan . Pemkab Dairi diminta lebih serius lagi melakukan penelitian akan penyebab sebenarnya hingga tragedy matinya ikan endemic Lae Renun itu tidak terus terusan terulang. Alasan dinas pertanian Dairi selama ini menyebut akibat kurang oksigen sudah tidak masuk akal lagi karena terus berulang.

Pun demikian warga menyebutkan tetap mengkonsumsi ikan tersebut namun harus membuang habis perut ikan. Mereka khawatir jika dugaan penyebabnya keracunan akan berakibat fatal bagi kesehatan warga. Namun membiarkannya hanyut dan tidak dikonsumsi juga terasa rugi.

Warga berharap pemkab Dairi lebih konsen memastikan penyebab matinya ikan endemic lae Renun tersebut. Kelestarian ikan jurung menjadi ciri khas lae renun sebagai sungai terbesar di Dairi harus menjadi perhatian khsusus pemerintah . (Hen)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours