Oknum Kades di Silima PP Terlibat Calo Calon Kepsek di Dairi

Estimated read time 3 min read

Sidikalang- Dairi Pers : Oknum kepala desa disalah satu desa kecamatan Silima Punggapungga Kab. Dairi bermarga S diduga terlibat calo  untuk pengangkatan kepala sekolah di kabupaten Dairi. Paling tidak sebanyak 5 orang menjadi korban oknum kepala desa ini dengan meminta panjar Rp. 10 juta s/d 15 juta. Nekatnya lagi beberapa diantarnya transaksi eletronik melalui ATM.

Data yang diperoleh media ini modus oknum kepala desa bermarga S ini mengumbar “cerita”kalau dirinya dapat mengurus guru menjadi kepala sekolah maupun mempertahankan posisi seorang kepala sekolah agar tidak dipindahkan.  Ke5 korban seluruhnya warga Silima punggapungga dimana 4 orang merupakan warga Parongil.

Aksi “agen” yang dilakoni oknum kepala desa ini terbongkar setelah beberapa korban merasa sudah berbulan bulan janji untuk diangkat menjadi kepala sekolah itu tak juga ada tanda tandanya akan terjadi.  Mereka dimintai uang panjar Rp. 10 juta sampai dengan Rp. 15 juta untuk posisi kepala Sekolah Dasar.

Korban aksi “Calo”ini menyebutkan sangat  yakin dengan oknum Kades karena diketahui cukup dengan sejumlah pejabat di Dairi.  Oknum kades bermarga S itu dikenal juga cukup dekat dengan birokrat  .

Hal yang paling menyakinkan para korban Oknum kades bermarga S itu cukup dekat dengan sejumlah politisi local Dairi dan terlihat sering bersama. Kedekatan itu menjadi seperti magnet yang menyakinkan para korban kalau “mimpi”mereka menjadi kepala sekolah akan mudah terwujud.

Aksi percaloan yang dilakoni oknum kepala desa ini sebutkan  kurun waktu anatar usai pilkada Dairi yang memenangkan Vickner Sinaga – Wahyu Sagala. Gerilya percaloan terus dilakukan untuk mendapatkan para calon korbannya hingga pelantikan sejumlah kepala sekolah di Dairi pada bulan Maret 2026.

Para korban yang tidka ikut dilantik mulai curiga dna khawatir akan keberadaan Oknum kades bermarag S ini. Namun layakanya pemaian propesional oknum ini berkelit akan ada pelantikan susulan. Pelantikan terbaru hanya untuk mengsisi kepala sekolah ayng ksong. Kalimat itu membuat para korban bersabar.

Namun hingga memasuki bulan Juli 2026 pelantikan tidka juga terjadi para korban mulai khawatir. Oknum kepala desa bermarga S ini juga semakin sulit ditemui.

Dairi Pers yang coba mengkonfrimasi praktek percaloan yang dilakoni oknum kepala desa ini jumat (3/7/2026) tidak  berhasil . Meski nomor ponselnya tidak berganti namun kemungkinan ponsel oknum kepala desa “distel”hanya dapat menerima nomor yang tertera di memori HPnya.

Informasi yang dikumpulkan Dairi Pers kalau oknum kepala desa calo ini sebelumnya pernah diperiksa APH dalam satu perkara besar  korupsi di salah satu kabupaten . Dugaan kuat oknum ini sudah terbiasa dengan permainan illegal dan korupsi sehingga dugaan praktek percaloan kepala sekolah ini baginya hanya permainan kecil. (Hen)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours