Sidikalang- Dairi Pers : Heboh ! salah seorang oknum kepala Sekolah dasar di kecamatan Siempat Nempu kab Dairi inisial “ Harat” (Sebut saja Begitu) diisukan jarang menjalankan tugasnya. Harat meski sudah memasuki usia STW. Namun gayanya tidak kalah dengan brondong tingkat kecamatan. Entah juga style dan energinya apakah sebanding dengan brondong belum dapat dibuktikan. Namun beredar isu kalau malasnya Harat menjalankan tugas berkaiatan dengan dugaan äffairnya”dengan seorang wanita muda. Istilah Pejantan Tangguh tingkat kecamatan Akhirnya melekat pada pria paruh baya tersebut.
Infromasi yang dikumpulkan Media ini menyebutkan oknum kepala SD ini dalam dua bulan terakhir jarang menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah. Namun tidak satupun guru yang ada disekolah berani melaporkannya kepada Dinas Pendidikan Dairi. Akibatnya kondisi sekolah tidak menentu dan menjadi bahan buah bibir warga sekitar. Perangkat Dinas pendidikan Dairi yang ada hingga desa juga sepertinya tidak dapat mendeteksi fenomena “Parentokan” (Istilah local untuk kasus affair) yang telah menjadi buah bibir warga tersebut.
Meski Informasi yang berkembang masih simpang siur Namun dicurigai kalau Harat terlibat hubungan perasaan diusia senja dengan seorang wanita muda Juliet (sebut saja begitu) yang domisilinya masih satu desa. Entah keduanya ingin menciptakan rekor mengalahkan kisah cinta “Romeo dan Juliet”yang fenomenal itu dengan kisah cinta mereka “Harat dan Juliet” masih dalam penelusuruan.
Terlepas dari apa rencana target dua insan dimabuk “antimo”ini . Sejak kedekatan keduanya diketahui kalau kepala sekolah ini berubah hingga nyaris tidak perduli lagi dengan tupoksinya sebagai kepala sekolah. Harat jarang berkantor dan jika masuk matanya selalu khawatir seakan ada yang mencarinya.
Ustad Abdul Somad dalam ceramah lucunya menyebutkan dua penyebab manusia jantungan. Penyebab pertama jatuh cinta dan kedua jatuh tempo. Dari informasi yang berkembang kalau “Harat” terkena dua serangan tersebut yang memicunya menjadi jarang berkantor.
Meski Harat belum memberikan jawaban apakah kedua penyebab jantungan itu tengah menimpanya. Namun hendaknya hal ini menjadi perhatian kepala dinas Pendidikan Dairi Jaspin Sihombing. Urusan pribadi yang menjadi penyebab keruskaan sekolah harusnya menjadi perhatian serius sehingga tidak menyebabkan korban anak anak didik. (Red)

+ There are no comments
Add yours