Sidikalang- Dairi Pers : Terbongkarnya sejumlah keanehan dalam pengelolaan BOS, SPP dan pungutan untuk kepentingan rumah ibadah di SMAN 1 Sidikalang sepertinya semakin membuat panik oknum kepala SMAN 1 Sidikalang Ronald Pasaribu. Pasca Ditegur Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan IV zulkarnain Barus sanggup berbohong menyebut telah bertemu dengan Dairi Pers . Oknum pendidik itu menghalalkan segala cara dengan berbohong menghindari teguran pimpinannya.
Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan IV Zulkarnain Barus yang dikonfrimasi media ini akan langkah yang akan diambil dinas Pendidikan Sumut akan infromasi dugaan korupsi atau dugaan pungutan liar di SMAN 1 Sidikalang menyebutkan dinas pendidikan sumut berdiri pada aturan yang ada. Dikatakan kalau kepentingan Musholla ditanyakan kepada panitia saja. Namun Zulkarnain mengakui besaran Rp. 100. 000 itu terlalu besar.
Kemarin saya telepon dia masalah ini namun dia bilang kalian sudah jumpa, tutur Zulkarnain. Namun saat media ini menyampaikan jangan ketemu membalas pesan Whattapp untuk konfrimasi saja tidak mau. Kasi SMA cabdis pendidikan sumut itu menyebut akan kembali menghubungi Ronald Pasaribu.
Dairi Pers yang kembali mencoba mengajukan konfrimasi akan keberanian Ronald Pasaribu membohongi pimpinannya Kamis (2/7/ 2026) melalui pesan whatapp kembali tidak menjawab. Meski pesan terkirim ke ponselnya namun Oknum yang menyandang predikat propesi mulia itu memilih bungkam.
Wakil kepala Sekolah Wahyu Lingga yang dikonfrimasi media ini akan sifat pembohong oknum kepala sekolah SMAN 1 itu menjawab. Tidak semua dikenal bapak itu. Waktu lalu datang SIB dan Dairi pers. Foto bapak yang diberita pas disitu Dairi pers. Mungkin belum kenal semua beliau ‘ sebut lingga melurus luruskan.
Diduga panic oknum kepala sekolah SMAN 1 Sidikalang Ronald Pasaribu terus “berjuang” dengan modal berbohong mencari pembenaran. Pria yang belum sepuh itu diduga selalu berusaha “ngeles” meski kebohongannya tidak logika.
Sebagaimana diketahui Dana BOS dan SPP SMAN 1 Sidikalang tengah menjadi sorotan dimana untuk tahap I telah menerima dana BOS Rp. 1,01 Miliar dan adanya uang SPP sekitar Rp. 751 juta selama enam bulan. Dugaan besarnya uang yang dikelola dan tidak jelas peruntukkannya membuat oknum orang namor satu SMAN 1 Sidikalang itu memakai “jurus” bohong dengan menghindari komunikasi.
Ternyata bukan hanya BOS dan SPP yang kabur. Paling aneh justru terbongkar adanya penerimaan uang Rp. 100. 000 dari siswa konon untuk kepentingan rumah ibadah yang ada diskeolah. Apakah hal itu persetuajuan kepala sekolah atau “suka suka” guru yang memungut belum ada jawaban. Ronald Pasaribu memilih bungkam konon tengah berada di Medan. (Hen)

+ There are no comments
Add yours