SMAN 1 Sidikalang Kutip Rp. 100.000/Siswa Untuk Rumah Ibadah ?

Estimated read time 3 min read

Sidikalang- Dairi Pers : SMAN 1 Sidikalang yang telah diakui sebagai barometer pendidikan tingkat SLTA Dairi ternyata menyimpan sejumlah misteri yang enggan dijawab kepala sekolah Ronald Pasaribu. Setelah enggan memberikan hak jawab atas  penggunaan dana BOS dan Uang SPP . Kini muncul kasus viral yang  tidak kalah heboh berpotensi mencoreng wajah sekolah berprestasi itu. Beredar infromasi kalau di sekolah ini dilakukan pungutan untuk siswa yang berasal salah satu agama minimal Rp. 100. 000 untuk keperluan rumah ibadah yang ada di lokasi sekolah.

Informasi yang diterima Media ini dari salah satu orang tua siswa SMAN 1 Sidikalang menyebutkan adanya permintaan semacam sumbangan untuk keperluan rumah ibadah kepada anaknya.  Namun jumlahnya di bandrol minimal Rp. 100. 000 . Pungutran dilakukan seorang guru inisial PC .

Kondisi ekonomi seperti ini harusnya dimaklumi civitas akademika untuk tidak terlalu membebankan orang tua. Ini tahun ajaran baru dimana rata rata orang tua “pening”untuk kebutuhan sekolah. Saya sudah langsung berbicara kepada salah satu mantan kepsek disekolah itu dan sangat kaget dengan pungutan yang aneh tersebut” jelas orang tua siswa ini kepada Dairi Pers.

Dikatakannya SMAN 1 Sidikalang tengah menjadi sorotan media dalam prestasi gemilang ratusan siswa masuk PTN  dan hal negative dana BOS dan Uang SPP yang belum dijelaskan pihak sekolah.  Harusnya jangan lagi ditambah hal hal aneh yang berpotensi mencoreng nama Baik SMAN 1 Sidikalang sebagai salah satu “terompet ”SLTA di Dairi.

Sebagai orang tua kita bingung apakah permintaan uang sedemikian telah melalui prosedur rapat komite atau persetujan kepala sekolah. Ini harus jelas karena sesagala sesuatu berkaitan dengan pungutan di sekolah harus mempunyai payung hukum yang jelas sehingga tidak ditunding menjadi pungutan liar. Jangan karena sekolah ini merupakan SLTA terfavorit lantas sesuka hati bertindak, tambahnya.

Kepala SMAN 1 Sidikalang Ronald Pasaribu yang coba dimintai keterangannya akan pungutan ini Rabu (1/7/2026) tidak berhasil. Permohonan konfrimasi akan isu  pungutan itu sama sekali tidak dijawabnya.  Meski pesan whattapp terkirim dan dibaca namun memilih diam.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah Lingga yang dihubungi menanyakan mengapa oknum kepala Sekolah Ronald  Pasaribu sangat sulit memberikan klarifikasi meski ponselnya menerima panggilan dan pesan masuk mengakui kalau kepala sekolah agak jarang melihat ponsel.  Wakil kepala sekolah ini mengakui sebagai Humas SMAN1 Sidikalang meminta duduk bersama akan hal hal informasi yang mungkin beredar berkaitan sekolahnya.

Saat disampaikan bagaimana hendak duduk bersama menjawab pesan WA atau panggilan telepon saja oknum kepala sekolah Ronald Pasarbu enggan pihaknya tertawa.

Dikatakan lingga berkaitan dengan infromasi adanya sumbangan dari siswa untuk rumah ibadah itu akan ditanyakan langsung dengan oknum guru yang bersangkutan. Diakuinya kalau dirinya bersama kepala sekolah Ronald Pasaribu tengah berada di Medan mengikuti OSN.

Sementara itu ketua Komite Sekolah  SMAN 1 Sidikalang Yusuf Manik saat ditanyakan akan infromasi adanya pungutan untuk rumah ibadah itu dari siswa diakuinya belum mengetahui infromasi itu. Namun sebagai ketua komite sekolah pihaknya menyebutkan setiap hal berkaitan dengan sumbangan, bantuan partisipasi siswa atau  apapun namanya harus melalui mekansme aturan yang ada. Pihaknya berjanji akan mempertanyakan hal itu kepada sekolah. (Hen)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours