Dugaan Pembunuhan  Warga Lau Salak Sampai ke Istana

Estimated read time 3 min read

Sidikalang- Dairi Pers : Kepergian Naman Petrus Berasa (NPB) warga Lau Salak, Desa Lau Sireme, Tigalingga, Kab. Dairi dinilai tidak wajar keluarga korban. Mayat korban ditemukan disungai Lau Gunung, Tanah Pinem setelah lima hari dijemput temannya inisial HT.  Janggal karena hingga kini HT masih terus berkeliaran. Keluarga korban menyampaikan persoalan ini ke Istana Presiden RI melalui kerabatnya yang bertugas di Paspampres.

Keluarga korban JB menuturkan disamping mengadukan ke istana melalui PWI ( Persatuan Wartawan Indonesia) yang kebetulan masih ada hubungan saudara telah menyampaikan permasalahan itu. “ yang pasti ini sudah atensi polri dan diteruskan ke Kapoldasu untuk membuka kasus ini secara terang benderang” ujarnya.

Keluarga Korban dan Macab Laskar Merah Putih Dairi di TKP yang disebut dimana korban melompat ke jurang

Perkembangan terkini atas kasus “menantang logika” ini terus bergulir sabtu (28/3/2026) keluarga korban sekitar 20 an orang bersama Macab Laskar Merah Putih Kab. Dairi melihat TKP yang disebut sebut dimana korban melompat ke jurang.

“ sangat tidak masuk akal korban ditemukan hanyut disungai. Jurang sedalam 25 meter sementara arus Sungai ke pinggiran Sungai penuh pasir dan batu  itu ada 20 meter. Jurang landai kemiringan 45 derajat. Kami coba gulingkan batu dari atas saja tidak sampai ke bawah. Artina dari segi logika ini melecehkan logika sehat” sebut keluarga korban kepada media ini Minggu (29/3/2026)

Gubuk di Lau Gunung konon tempat yang digrebek polisi dalam operasi narkoba

Masih keterangan keluarga korban kalau diTKP ( dinding jurang) ditemukan sarung pisau dan besi tromol kendaraan roda empat. “melihat kondisi rahang korban yang patah dan sejumlah luka memar kami yakin benda ini berhubungan dengan kematian korban. Barang bukti itu tidak kami ganggu namun kami abadikan dengan foto dan video .Di TKP tidak ada tanda tanda seperti rerumputan rusak.  tambahnya.

Keluarga korban menyampaikan melihat kondisi korban sebelum outopsi di RSU Salak sangat tidak wajar. bola mata kiri hilang, rahang remuk, lebam pada pergelangan tangan , lebam pada kaki ,memar sekujur pinggang mengidentikkan ada penganiayaan sebelum korban menghembuskan nafas terakhir. “ Ini biadap dan semakin miris kepada kami seakan keadilan itu tidak ada. Masa HT orang yang menjemput korban tidak diproses? Kini masih berkeliaran disana” sebut Veni br. Bancin istri korban.

sungai Lau Gunung . jarak aliran sungai ke pinggir sungai sekitar 20 meter penuh batu dan pasir

Sementara itu hasil wawancara media ini kepada biro hukum LMP Dairi Jetra, SH, Ira, SH, Ketua LMP Fry Charles Pasaribu, Sekretaris LMP Sennang Berampu, Brigade LMP menyebutkan hasil dari TKP sangat tidak masuk akal kalau ada narasi melompat ke jurang itu lantas tewas dialiran Sungai Lau Gunung. “ Macab LMP Dairi komit akan terus memperjuangkan dugaan penghilangan nyawa paksa ini. Apapun resikonya tidak boleh ada nyawa yang melayang tidak wajar di negeri ini. Ini negara hukum dan kewajiban negara melindungi rakyatnya ” tegas Fry Charles.

Sebagaimana peristiwa yang terjadi korban NPB dijemput HT dari rumahnya di Lau Salak, Tigalingga pada 18 Maret 2026. Setelah lima hari NPB ditemukan tidak bernyawa di Sungai Lau Gunung, Tanah Pinem.

Istri korban dan keluarga yang mencoba mencari keberadaan korban pada 19 Maret justru bertemu dengan HT di Lau Gunung. Dari pengakuan HT kalau mereka melompat ke jurang karena dikejar polisi dalam operasi Narkoba.  Menjadi aneh justru HT tidak apa apa namun NPB tewas mengenaskan.

Istri Korban Veni Bancin sudah membuat pengaduan orang hilang pasca pencarian suaminya yang tidak membuahkan hasil pada 20 Maret 2026. Semakin memprihatikan pasca penemuan mayat korban pada 25 Maret sejumlah luka dan memar sekujur tubuh terlihat. Bahkan paling memilukan bola mata kiri hilang.

Polres Dairi sudah mulai memanggil sejumlah saksi pasca aduan keluarga korban No. STTLP/ B/124/III/2026/ SPKT /POLRES DAIRI/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 26 maret 2026. Kasus ini semakin menarik karena semakin viral terutama hubungan kejadian dengan operasi Narkoba yang terjadi pada waktu bersamaan. (Hen)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours