Sitakajuit Badan

Estimated read time 3 min read

Melambung jauh terbang tinggi bersama mimpi terlelap dalam lautan emosi… sebait lagu Anggun C Sasmi .Mungkin lagu  jadul ini Tengah dilakoni vigur yang satu ini. Betapa tidak setelah menekuni lagu dangdut “jatuh bangun”  desember lalu langsung mengubah lagu Desember kelabu Yuni Shara menjadi Desember Ceria. Takajuit badan hingga takantuik kantuik di kursi basah pejabat eselon II.

Tentu senang, bangga hingga Bahagia  adalah hal wajar namun lebay hingga  takantuik kantuik  bukankah sesuatu yang  jadi k****ng ajar ?.

Entah apa yang terlintas dipikirannya namun seniornya bercerita kepadaku kalau “Sitakajuit Badan” ini justru off side di rapat pertama pejabat eselon II. Sambutannya dikancah eselon II justru pamer klaim dirinya sudah pengalaman. Entah ingin menyakinkan atau sangat yakin namun kalimat kalimat yang mengucur dari bibir sexynya justru melukai pengalaman para seniornya yang sudah berkarat di jabatan eselon II. Ini Namanya Takajuit badan hingga takantuik kantuik.

Orang bijak berkata banyak yang lulus saat diuji dengan status rendah  namun sangat sedikit lulus saat diuji dengan kekuasan . Tentu saya tidak percaya dengan kalimat itu. Saya pastikan aku menjadi biasa biasa saja. Pasalnya gak bakalan berkuasa lagi. Usia sudah tua hehehe.

Namun agaknya untuk Sitakajuit badan  ini perlu juga diikuti sepak terjangnya. Nasib mujur bak kata pepatah seperti mendapat durian runtuh harus dipantau terus selama berkuasa . Karena ada juga yang kebayakan makan durian  akhirnya menyulut kambuh kolestrol. Yah… yang dipanggil jaksa, dipanggil tipikor, dipanggil KPK hingga dipanggil Yang  Maha kuasa.

Kabarnya pejabat anyar eselon II  ini sekarang sudah mancung. Awalnya aku tidak percaya namun saat kuperhatikan ada benarnya, bukan karena operasi plastic namun cara memandangnya  saja yang sudah berbeda. Paling rendah horizontal selebihnya vertical keatas. Memandang kebawah sudah tertinggal .Jadi kelihatan seperti mancung.

Sungguh jenis Sitakajuit Badan bukanlah barang baru dalam perjalanan karirku sebagai “ parikat ikat” Temanku bilang “tarsongon rezeki panangga di sogot ni ari”. Ronda dibelakang rumah dapat rezeki nomplok masih hangat hangat hihihi…

Ada juga yang bercerita murid karate yang baru mendaftar keranjingan semua mau dikarate mulai dari pohon pisang hingga per baja. Tentu itu haknya dan style hidup yang dipilih. Tidak ada yang keberatan. Namun jangan juga diprotes karena nitizen juga diberikan hak menilai.

Saya hanya ingin mengatakan zaman ini Nasib bukan cerita roda pedati lagi. Namun roda pesawat. Saat diangkat memuji pimpinan Amanah saat dicopot sebut pimpinan bernanah. Bukan rahasia lagi jabatan dan kekuasaan bukan lagi semata karena kemampuan akademis  .Namun lebih kepada siapa yang bisa menyenangkan pimpinan dengan service plus plus.

Bolehlah takajuit badan namun jangan sampai takantuik kantuik. Itu mengganggu ketentraman warga dan merusak  kesehatan sekeliling, Satire  (Chief Of Editor)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours