Sidikalang- Dairi Pers : Peredaran rokok illegal tanpa cukai merek “GP Bold”marak di Dairi. Sejumlah warung kecil menyediakan rokok tanpa pajak itu hingga pedesaan di Dairi. Diperkirakan peredaran rokok dengan bungkus warna hitam itu terjual mencapai dua L 300 pikap per dua minggu. Beredar infromasi kalau pengendali rokok illegal itu bermarga S dengan toko disepuran terminal Sidikalang.
Infromasi yang berhasil dihimpun media ïni kalau rokok tanpa cukai merek “GP Bold”itu didatangkan dari salah satu kota di pulau Jawa. Pemasaran rokok laris manis karena harga yang murah. Metode yang digunakan menggunakan tangan semacam sales yang langsung menjual ke kios kios pengercer. Konon pemasaran hingga kabupaten Pakpak Bharat. Metode penjualan dengan harga cash.
Dalam beberapa kali pantauan justru terlihat dugaan kuat sejumlah sales dari perusahaan legal juga ikutan belanja ke toko milik S untuk selanjutnya diedarkan ke sejumlah kios di Dairi
Untuk tingkat pengecer rokok dijual dengan harga Rp. 15. 000 hingga Rp. 16. 000 per bungkusnya. Dengan estimasi dua pik ap per dua minggu diperkirakan omzet penjualan rokok illegal ini diatas Rp. 300 juta per dua minggunya.
Informasi lain yang berhasil dikumpulkan media ini menyebutkan kalau peredaran rokok illegal ini seakan dilindungi oleh oknum aparat. Pedagang perantara bermarga “S “ ini semakin berani mengedarkan rokok illegal tersebut.
Dairi pers yang berusaha mengkonfrimasi peredaran rokok illegal dari S Kamis (24/9/ 2026) justru mendapatkan sejumlah pemandangan luar biasa sejumlah rokok illegal dengan berbagai merek dijual terang terangan di toko milik S tersebut. Sejumlah rokok illegal bermerek Titan terlihat berserak dalam bentuk slop dan tin di toko tersebut.
Saat ditanyakan rokok Illegal bermerek “GP Gold”S mengakui kalau barangnya belum masuk sembari menyerahkan satu nomor HP yang disebut sebut pemasok rokok Illegal tersebut. Saat dimemori pada handphone justru terlihat handphone dimaksud dengan foto diduga oknum aparat menggunakan dinas.
Oknum “S” seakan pamer kalau dirinya berani mengedarkan rokok illegal tersebut karena dibackingi oknum aparat.(Hen)

+ There are no comments
Add yours