Sidikalang- Dairi Pers : Entah model manajemen apa yang kini diterapkan pemerintahan Bupati Vickner Sinaga dalam pengelolaan Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo Dairi. Kepala dinas Kebudayaan , Pariswisata, Pemuda Dan Olah Raga Dairi Iwan Taruna Berutu dan Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Dairi Oloan Hasugian mengakui bersama mengurusi TWI. Namun fakta yang terjadi kondisinya makin runyam bahkan diperkirakan PAD dari restribusi masuk tahun 2026 ini tidak akan tercapai.
Terbongkarnya pengelolaan “keroyokan “ini bermula saat Media mengkonfrimasi keberadan pot bunga sepanjang jalan utama TWI. Jumlahnya diperkirakan hamper seratusan buah yang hanya ditumbuhi rumput liar. Saat foto dan konfrimasi mengapa pot bunga di jalan utama TWI hanya ditumbuhi rerupumputan dikirimkan kepada kadis Kepala dinas Kebudayaan , Pariswisata, Pemuda Dan Olah Raga Dairi Iwan Taruna Berutu Senin (2/10/ 2026) diuraikan Iwan kalau masalah pot bunga bukan tanggung jawab dinasnya. “Pot bunga itu milik Dinas Lingkungan Hidup”sebut Iwan Teruna singkat melalui Pesan Whaatsapp.

Sementara itu kepala dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup Dairi Oloan Hasugian yang dikonfrimasi akan keberadaan pot bunga itu mengakui benar kalau pot bunga pinggir jalan itu adalah tanggung jawab mereka. “ Saya akan sampaikan kepada bidang yang menangani itu agar rumputnya dicabut dan bunga yang sudah mati ditanami kembali “sebutnya dalam bahasa daerah.
Saat disampaikan kondisi sekitar 90 persen pot bunga tanpa Bunga Oloan menyebutkan segera menugaskan bidang terkait dari dinasnya untuk mencabut rumput dan menanami kembali bunga di pot bunga permanen tersebut.
Entah apa yang tengah terjadi di pemeritahan Dairi. Namun TWI yang sempat menjadi mascot pariwisata Dairi itu kini berubah tidak terawatt bahkan terkesan dilupakan. Lokasi wisata yang sempat menjadi favorit masa pemerintahan MP Tumanggor, Johnny Sitohang, Dan Eddy Berutu itu kini terlihat jorok dan tidak terawat. Bukan hanya itu jika melintas pada malam hari di lokasi ini justru terkesan angker dan menakutkan. Pasalnya puluhan tiang listrik yang dulunya menyala pada malam hari kini hanya beberapa buah yang lampunya menyala.

Nuansa “honor” cukup terasa apalagi menyaksikan sejumlah gedung dan miniature rumah ibadah yang ada di daerah ini sudah tidak terawat . halaman bangunan dibiarkan ditumbunhi rerupumputan sedang tanaman merambat dibiarkan bergelantungan di tembok .
Rerumputan yang meninggi disepanjang jalan TWI kini mulai dibersihkan dengan mesin pemotong rumput senin (2/10/ 2026) namun kini taman yang menawarkan keindahan itu telah kehilangan pesonanya.

Infromasi yang dipeorleh Media ini kalau target PAD dari obyek wisata TWI tahun ini bakal gagal karena dari sekitar target Rp. 800 juta hingga kini baru menerima sekitar Rp. 250 juta. Kunjungan turun drastic bahkan untuk hari hari non libur pengunjungnya bahkan nol. (Hen)

+ There are no comments
Add yours