Sidikalang- Dairi Pers : Penemuan mayat Naman Petrus Berasa (NPB) di Lau Salak, Desa Lau Sireme, Tigalingga, di Sungai Dusun Lau Gunung, Desa Pamah, Kecamatan Tanah Pinem Dairi akhirnya berbuntut Panjang.Keluarga korban melalui istrinya Veni Indriani Bancin dan keluarga mengadukan dugaan pembunuhan atas NPB ke Mapolres Dairi Kamis (26/2/2026). Didampingi Laskar Merah Putih Dairi resmi mengawal perkembangan untuk mencari keadilan itu melalui biro Hukum LMP Dairi Jetra Bakkara & Rekan.
Pengacara Jetra Bakkara, SH yang dikonfrimasi media ini jumat (27/2/2026) menyebutkan perkembangan per hari ini pasca satu hari membuat laporan sejumlah saksi telah dipanggil polres Dairi. “ Belum tahu persis siapa saja yang telah diperiksa namun kasus ini langsung ditanggapi polres Dairi. Belum diketahui apakah HT sudah diperiksa atau diperiksa setelah gelar perkara. Nanti kita update perkembangannya” jelasnya
Dikatakan kamis (26/2/2026) bersama keluarga korban telah membuat pengaduan ke polres Dairi agar kasus ini dibuka terang benderang. “ dari fakta dan bukti bukti yang disampaikan keluarga korban memang ada sejumlah kejanggalan sekaitan dengan kondisi tubuh korban pasca ditemukan di Sungai Lau Gunung. Kita juga menyurati RSU Salak Pakpak Bharat agar juga memberikan hasil autopsi korban kepada keluarga.” Jelasnya.
Sebagaimana penuturan keluarga korban kalau NPB pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 10. 30 WIB dijemput oleh HT dari rumahnya. HT sendiri diakui sudah dianggap seperti saudara sehingga kepergiannya tidak menimbulkan kecurigaan sama sekali. Korban berboncengan dengan HT.
Namun hingga kamis (19/3/2026) NPB tidak kembali . selanjutnya Istri korban Veni bersama adik iparnya pergi ke Lau Gunung untuk mencari tahu keberadaan suaminya. Tiba di lokasi dekat Sungai Lau Gunung, Veni bertemu HT dan menanyakan keberadaan suaminya. HT kemudian menceritakan kejadian yang dialami mereka berdua, yakni melompat ke jurang dekat sungai dari sepeda motor saat polisi melakukan penggerebekan di lokasi pada tengah malam Rabu (18/3/2026).
Saat ditanya alasan melompat, HT menjawab bahwa mereka berdua sedang menggunakan narkoba. Selanjutnya, Veni bersama HT melakukan pencarian NPB di titik lokasi diduga melompat ke jurang. Pencarian dilakukan kurang lebih lima jam, namun NPB tidak ditemukan.
Dikatakan kalau pengakuan HT tersebut menimbulkan kecurigaan Dimana tidak ada bekas pepohon kecil di tepian sungai yang rusak, maupun tanda-tanda orang jatuh. Pengakuan sama sama melompat namun HT tidak apa apa.
Hingga pada Jumat (20/3/2026), Veni membuat laporan orang hilang ke kepolisian. Dan pada Rabu (25/3/2026) korban ditemukan di Sungai Lau Gunung dalam kondisi tidak bernyawa. Korban sendiri dikenali keluarga dari pakaian yang dikenakan dan ciri lain tato di lengan.
Penuturan keluarga korban usai membuat laporna ke Polres Dairi kecurgana kuat kalau suaminya NPB meninggal tidak wajar. Diuraikan kalau kondisi korban saat ditemukan bola mata kiri tidak ada, rahang remuk, lebam pada pergelangan tangan , lebam pada kaki ,memar sekujur pinggang dan mayat tidak bengkak sebagai mana kalau orang tenggelam.
Ketua LMP Dairi Fry Charles Pasaribu didampingi Sekretaris Sennang Berampu menyampaikan keluarga korban meminta LMP turut mendampingi dan mengkawal perkembangan dugaan pembunuhan itu agar menjadi terang benderang. “ melihati sejumlah fakta yang disodoran keluarga korban kita juga menyimpulkan terlalu banyak yang aneh atas meninggalnya NPB. Kasus ini akan kita kawal dan kita hanya ingin keluarga ini mendapat keadilan. Aparat Penegak Hukum dapat sepenuh hati bekerja propesional dan mampu memberikan rasa nyaman dan perlindungan kepada Masyarakat. Ini atensi kita dan kita tidak ingin kasus janggal ini tertutup begitu saja. Ini soal nyawa dan kewajiban negara itu untuk melindungi rakyat “ tegas Charles (Hen)

+ There are no comments
Add yours