Mobnas Kadis PUTR Kepentingan Pribadi, Bupati Dairi Tegaskan Aturan

Estimated read time 2 min read

Sidikalang- Dairi Pers : Aksi “bengis” mobil dinas kepala dinas PUTR Dairi mengangkut puluhan karung pupuk dari salah satu toko di Sidikalang mendapat reaksi tegas dari Bupati Dairi Vickner Sinaga. Melalui pesan Whatappnya menyampaikan kalau pemkab Dairi tegas “kita Disiplin mengikuti aturan yang sudah baku”. Orang nomor satu kabupaten Dairi itu tidak mentolerir stafnya yang melanggar aturan dan wajib mentaati aturan.

Demikian Bupati Dairi Vickner Sinaga melalui pesan whatsappnya senin (6/4/2026) usai menonton video aksi mobil plat merah BB 8123 Y yang terciduk digunakan untuk mengangkut pupuk dari salah satu toko pertanian  di jalan merga silima Sidikalang, Kab. Dairi. Namun Bupati Dairi tidak merinci langkah yang akan diambil meski menegaskan komit dalam menegakkan aturan yang baku.

Sebagaimana diketahui mobil dinas jenis double cabin warna putih BB 8123 Y terciduk sedang memuat puluhan karung diduga pupuk atau bahan pertanian lainnya sabtu (4/4/2026). Belakangan diketahui kalau mobil dinas persebut sehari harinya digunakan kepala dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Dairi Masaraya Berutu.

Namun saat kejadian sabtu mobil tidak dikendarai oknum kepala dinas namun oleh salah seseorang pria berperawakan tinggi dengan menggunakan celana pendek. Pemandangan itu menimbulkan sejumlah spekulasi apakah mobil dinas itu dipinjamkan atau memang dikendarai sanak famili oknum kadis untuk kepentingan pribadi.

Penggunakan mobil plat merah untuk kepentingan pribadi itu sulit terlacak karena memang menggunakan penutup bagasi cabin Mitsubishi bak triton yang rapi. Barang tinggal dimuat maka bak penutup cabin maka bisa terkamuflase akan program kepentingan pribadi menggunakan asset negara tersebut.

Dari penelusuran media ini mobil dinas itu masih relative baru berusia sekitar 2 tahun. Pengadaannya dilakukan saat Masaraya Berutu menjabat kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Namun meski dimutasi menjadi kepala dinas PUTR tetap mobil baru itu tidak dilepas.

Penggunaan mobil dinas untuk kepentingan pribadi itu kini menjadi buah bibir warga Dairi ditengah isu efisensi anggaran. Pertontonan aksi “bengis” itu justru dinilai kesewenang wenangan  dan bentuk oknum pejabat yang tidak menghormati aturan pejabat publik, etika dan batas kewajaran. (Hen)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours