Sidikalang- Dairi Pers : Sejumlah media mengangkat penyesalan ketua Panitia Musda Golkar X Dairi Amper Nainggolan perihal ketidak hadiran seorang anggota Fraksi Golkar Romi Mariani Simarmata. Musda yang berlangsung 6-7 Oktober 2026 di Hotel Berristera itu namun ketidakhadiran salah satu anggota Fraksi itu baru sekarang dipermasalahkan justru menuai sejumlah pro dan kontra. Permasalahan intern berkaitan disiplin intern partai berlambang beringin itu di umbar ke public justru menjadi menarik apa sesungguhnya motif Ketua Harian DPD Golkar mengangkat masalah itu di media.
Di beberapa media massa ketua Panitia Musda Golkar Amper Nainggolan menyebutkan menyesalkan tindakan Romi Mariani Simarmata yang tidak hadir dalam musda dimaksud. Disebutkan Amper kalau dari 9 anggota Fraksi Golkar Dairi hanya Romy Simarmata yang tidak hadir. Padahal menurutnya undangan resmi sudah dikirimkan kepada semua anggota Fraksi.
Dairi Pers yang mengkonfrimasi penyesalan ketua Harian DPD Golkar Dairi Amper Nainggolan kamis (22/10/ 2026) akan motivasinya mengumbar masalah intern partai Golkar ke Publik? Lantas berapa kali yang bersangkutan Romi Mariani Simarmata melanggar Disiplin intern dan apakah langkah ini azas kesempatan karena sesungguhnya jika ada anggota DPRD Golkar Dapil II bermasalah dan wajib diganti maka kesempatan itu ada pada Br Tobing yang nota bene istri Bapak ?
Amper Nainggolan menjawab “Setiap kegiatan intern kita di kantor beliau itu tidak pernah hadir, Surat teguran I pun sudah kita buat. Tapi tidak digubris. Masalah azas kesempatan sesungguhnya tidak ada , ini murni masalah disiplin partai/ PDLT partai ketua” Selanjutnya Amper menghubungi langsung ponsel media ini dan menerangkan sejumlah hal berkaitan dengan tindakan kurang perhatian anggota DPRD dimaksud.
Dikatakan kalau Romy juga kerap tidak menghadiri kegiatan partai di Kantor DPD II Golkar Dairi, termasuk rapat-rapat internal. Bahkan, pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Golkar tahun lalu, yang bersangkutan disebut tidak hadir.
Amper menegaskan, kader yang hendak menjadi pemimpin maupun pengurus Golkar harus memenuhi prinsip prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT). Menurutnya, prinsip tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga disiplin dan soliditas organisasi. Saat ditanyakan jika yang bersangkutan Romi Simarmata hadir di musda X seperti apa gunanya? Amper hanya menyebut hal itu masalah loyalitas.
Sementara itu Romi Marinia Simarmata yang coba dikonfrimasi Dairi Pers akan pernyataan Ketua Harian DPD Golkar Dairi itu tidak menjawab. Namun dalam satu media Kamis (22/10/2026), pihaknya mengaku tidak mengetahui pelaksanaan Musda X Golkar Dairi karena merasa tidak pernah menerima undangan resmi dari panitia.
Romy menjelaskan, sejak 30 September 2026, setelah pengesahan Perubahan APBD (P-APBD) Dairi Tahun Anggaran 2026, dirinya telah berangkat ke Jakarta untuk menjalankan surat perintah tugas (SPT).
Menurutnya, penugasan tersebut berkaitan dengan kegiatan bersama Komisi I DPRD Dairi untuk membahas persoalan tapal batas di Sigalingging, Kecamatan Parbuluan, dengan Kabupaten Pakpak Bharat. Selain tugas kedinasan, ia juga memiliki agenda keluarga di Jakarta.
Sementara itu entah apa motif sesungguhnya masalah ini diangkat. Namun menurut sejumlah mantan praktisi Golkar dan Mantan anggota DPRD Golkar biasanya masalah intern tidak layak dipublish di media. Persoalan pelanggaran disipilin layaknya lebih dahulu dibahas dalam tim intern partai golkar sebelum publis ke public. Hal itu menjaga kredilitas dan akurasi keputusan partai. (Hen)

+ There are no comments
Add yours