Sidikalang- Dairi Pers : Dugaan “aksi tunggal” Kabid PTK Dairi Jati Sinaga dalam proses rekuitmen calon kepala sekolah SD oktober 2026 sepertinya akan “” memperjudikan kualitas pendidikan . Hingga kini dewan pertimbangan yang terdiri dari Birkorat sekda Dairi , Kadis Pendidikan,dewan pendidikan/ pengawas sepertinya “mandul” untuk menegur Kabid PTK Dairi Jati Sinaga. Pejabat birokrat ini terlihat saling lempar tangung jawab dengan disposisi disposisi . Birokrat Dairi ini memilih melanggar Permendikdasmen No. 7 tahun 2025 daripada meberitahukan aturan kepada Kabid PTK.
Dairi Pers yang melakukan konfrimasi apa ketegasan Sekda Dairi Charles Bantjin selaku dewan pertimbangan dalam proses rekruitmen kepala sekolah. Justru menyebutkan akan menghubungi Kadis Pendidikan Dairi Jaspin Sihombing. Ternyata Kadis Pendidikan Dairi Jaspin Sihombing juga melemper tanggung jawab dengan menyebut “akan disposisi kepada rekan pejabat”. Lempar melempar tanggung jawab ini mengindikasikan sama sekali birokrat yang ada di Dewan Pertimbangan yang jabatan lebih tinggi tidak berani berhadapan dengan Kabid PTK Dairi.
Entah apa yang terjadi dibalik semua itu hinggakan petinggi Dairi ini “mandul”. Apakah benar dugaan kalau pejabat ini “mandul”karena disebut sebut Kabid PTK Jati Sinaga merupakan kerabat Bupati Dairi . Padahal Permendikdasmen N0. 7 Tahun 2025 telah memuat jelas aturan tata cara rekruitmen Calon kepala sekolah menjadi kepala sekolah. Dewan Pertimbangan yang berisikan birokrat seperti Sekda, Kadis Pendidikan,dewan pendidikan/ pengawas, BKPSDM bertanggung jawab menjadi filter dalam penilaian calon kepala sekolah.
Namun sepertinya di Dairi Permendikdasmen N0. 7 Tahun 2025 tidak menjadi payung hukum. Justru muncul dugaan proses dimonopoli seseorang. Lebih parah lagi justru muncul dugaan menggunakan oknum oknum diluar ASN yang berperan mirip “sales”menjumpai dan berkomunukasi kepada guru guru yang dinilai sudah memenuhi syarat menjadi kepala sekolah.
Tiga nama disebut sebut berperan bak “sales jabatan” yakni seorang bermarga S warga Desa Sungai raya kecamatan Siempat nempu Hulu Dairi dan seorang bermarga Stmg warga Sumbul. Dairi Satu lagi oknum kepala sekolahSD seputaran kota Sidikalang . Sebelumnya tidak pernah terlihat di lingkungan Diknas Dairi namun kini hamper tiap hari “setor wajah”
Seiring dugaan anomaly itu muncul rumor kalau menjadi kepala sekolah SD dibandrol hingga Rp. 30 Juta. Meski sudah sedemikian viral dan sorotan hingga kini tidak ada tindakan nyata birokrat Dairi Untuk menkonfrontir berita viral tersebut.
Hingga kini belum diketahui mengapa nyali birokrat Dairi yang berada di posisi dewan pertimbangan “ciut”. Sepertinya mereka memilih mengorbankan kualitas pendidikan anak anak Dairi daripada berani menegakkan aturan. Dugaan kuat karakter memilih titik aman dan nyaman jabatan mendominasi para birokrat Dairi ini .
Bagaimana mungkin kualitas kepala sekolah yang direkrut lebih terjamin dan lebih baik jika yang melakukan seleksi diduga dilakukan satu orang yang dibantu oknum oknum non ASN .. Agaknya Dairi akan terus terpuruk disegala bidang pasca fakta birokrat Dairi lebih memilih gaya “Masa bodo Yang Penting Aman” (Hen)

+ There are no comments
Add yours