Rp. 1 M Revit PAUD Yabes Distop, Kadisdik Dairi & Kabid PNFI Beda Alasan

Estimated read time 3 min read

Sidikalang- Dairi Pers : Pembangunan ruangan Kelas dan Ruang administrasi PAUD Yabes kec. Lae Parira Kab Dairi dihentikan sementara oleh kepala dinas Pedidikan Dairi Jaspin Sihombing. Proyek yang bersumber dari Bantuan Pemerintah Program Revitaliasi Satuan Pendidikan tahun 2026 itu mencapai Rp. 1 Miliar. Sayangnnya Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Dairi Tuti Sianturi dan Kepala dinas Pendidikan Jaspin Sihombing beda alas an atas penghentian sementara proyek yang dikerjakan panitia satuan pendidikan tersebut.

Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan Dairi Tuti Sianturi yang diwawancarai Dairi Pers Selasa (13/10/ 2026) akan tupoksi Bidang PNFI kabupaten terhadap proyek Revitalisasi yang tengah berlangsung menyebutkan hamper tidak ada. Alasan utamanya karena PPK (Pejabat Pembuatan Komitmen) berada di Jakarta. PNFI hanya sebatas monitoring.

Saat ditanyakan batas monitoring dimaksud Tuti Sianturi menyebut turun melihat pekerjaan. “Kalau mereka bekerja berarti jalan “sebut Tuti seadanya. Saat ditanyakan apakah laporan pekerjaan satuan pendidikan tidak dilampirkan kepada mereka. Diakui Tuti kalau laporan pekerjaan dilaporkan Satuan Pendidikan (SP) ke PKK. Namun dirinya  tidak menapikan juga kalau semacam tembusan ada pada mereka.

Berkaitan PNFI membentuk tim untuk monitoring Tuti tidak menjawab secara  terperinci. “Kami juga turun memonitor, saya juga pernah bersama kadis turun ”sebutnya singkat. Perihal apa saja yang dimonitor dikatakan hanya melihat kerja saja tanpa bisa menguraikan poin poin monitor.

Konsultan pengawas bermarga Simbolon SK pengangkatannya dari kepala dinas Pnedidikan Dairi yang berarti pengawasan proyek tidak bisa lepas  dari tanggung jawab dinas. Tuti tetap bertahan menyebut dirinya monitor.

Tuti menguraikan berkaitan Revit PAUD 2026 Bidang PNFI terlibat dalam perencanaan berkaitan dengan dapodik. “Selanjutnya kepala sekolah dan panitia  satuan pendidikan yang melaksanakan” jelasnya standard.

Tuti mengakui khusus TK/ PAUD negeri serah terimanya nanti ada ke dinas pendidikan sedang  PAUD swasta tidak ada

Sekaitan dengan distopnya pengerjaan PAUD Yabes awalnya Tuti enggan mengakui. Namun saat dipertanyakan berulang ulang akhirnya mengaku kalau dirinya juga sudah mengetahui. Ditanya apakah penyebab distopnya pekerjaan Ravit Yabes karena  anggaran Rp. 1 M namun yang dikerjakan PAUD  hanya Rp. 600 an juta Tuti hanya menyarankan untuk bertanya pada konsultan perencanaan.

Sementara itu Konsultan Perencanaan Andrew Sitanggang mengakui kalau anggaran untuk PAUD Yabes hamper Rp. 1 M. Berkaitan dengan hanya Rp. 600 jutaan dikerjakan dikatakan Andrew kalau anggran lainnya juga sudah direncanakan untuk toilet, pagar dan lainnya. “Mungkin panitia saja belum mengerjakan kalau diperencanaan itu semua sudah ada “sebutnya melalui ponsel.

Sementara itu kepala dinas Pendidikan Dairi  Jaspin Sihombing yang dikonfrimasi alasan penyetopan proyek Revit PAUD Yabes mengakui kalau persoalan itu sudah sampai ke satker Kementrian Pendidikan. “Ada masyarakat yang keberatan makanya sementara kita stop menunggu datangnya satker”sebutnya.

Belum diketahui apa alas an utama stopnya proyek Revit PAUD Yabes ini. Namun terlihat tidak tertibnya pengawasan dan monitoring yang terkesan “ompong” sehingga pekerjaan Revit miliaran rupiah itu terbentur masalah. Bukan itu saja indikasi pengawasan hanya dibebankan kepada konsultan pengawasan juga menyebabkan PNFI seakan sekedar menjalankan tugas monitoring saja yang mirip “Cuma lihat lihat

Perencanaan yang kurang matang mulai dari”persoalan  lokasi proyek. Data murid hingga sistim pengawasan menyebabkan disejumlah PAUD yang mengerjakan Revit terbentur masalah. ( Hen)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours