Setelah Kehilangan Ayah, Akankah Kita Biarkan Anak Ini Kehilangan Kakinya?

Estimated read time 2 min read

Sidikalang Dairi Pers : Aldiano Lumban Gaol (7) warga desa Perrik Mbue, Kec. Pegagan Hilir, Kab. Dairi kini hanya bisa menangis dan meraung menahankan sakit luar biasa akibat sakit kaki bengkak yang dideritanya. Deteksi awal vonis menderita kanker tulang. Bocah berusia belia itu telah kehilangan ayahnya 3 tahun silam. Kini sang ibu Br Dolok Saribu yang kesehariannya buruh tani berharap uluran tangan meringankan beban atas ujian yang diberikan Tuhan.

Ketua PDIP Dairi Resoalon Lumban Gaol , SE JUmat (2/10/ 2026) seusai membesuk  bocah malang ini dari RS Sidikalang menceritakan. Informasi akan penderitaan bocah beliau itu diketahui dari instagram yang diupload salah satu Yayasan. Pihaknya langsung menuju RS Sidikalang hingga bertemu. “Miris rasanya melihat kondisinya dengan kaki kiri bengkak. Hanya bisa maraung menahankan rasa sakit luar biasa. Hari ini nurani kita diketuk . Gotong royong membantu meringankan  beban keluarga ini satu satunya jalan agar penderitaan ini cepat berakhir. “sebutnya.

Diceritakan dari penuturan ibu tunggal itu kalau suaminya Boyfor Lumban Gaol meninggal 3 tahun silam.Untuk menyambung hidup ibunya Br Dolok Saribu menjadi buruh tani di ladangng warga dengan penghasilan lepas makan saja. Aldiano sempat bersekolah setahun. Namun entah apa penyebabnya sekitar bulan februari 2026 tiba tiba mengeluhkan kakinya. Namun dikarenakan biaya dan pengetahuan sang ibu hanya bisa mengobatinya dengan pengobatan kampung.

Namun tindakan itu tidak membuat Aldiano sembuh malah semakin menjadi .  Diceritakan kalau raungan dan tangis Aldiano kerap memecah kesunyian malam karena rasa sakit yang luar biasa. Selanjutnya sang ibu membawanya ke puskesmas. “Hari ini langsung ke RS Sidikalang dan rujuk ke RS Adam Malik. Melihat kondisi keluarga ini uluran tangan dan perhatian menjadi harapan mereka. Saya pribadi sebagai warga Dairi berharap banyak pihak yang mempunyai rezeki berlebih sejenak meluangkan perhatian atas penderitan anak dan ibu tunggal ini”Jelas Resoalon.

Saya tadi bertemu keluarga ini sebelum rujuk kondisinya sangat memprihatikan. Namun saya juga menyampaikan terimakasih kepada Kadis Kesehatan Dairi dr Hendri Manik dan segenap pimpinan dan staf Puskesmas Tigabaru yang telah respon atas targedi kemanusian ini. Sehingga anak ini sudah ditangani secara medis. Kita berharap semua akan baik baik saja dan sekarang paling utama bagi ibu Dolok Saribu adalah perhatian dan uluran tangan. Miris rasanya mendengar anak sekecil itu telah kehilangan ayah. Akankah kita biarkan dia juga kehilangan kaki ?”ujar Resoalon dengan suara tertahan.. (Hen)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours