Sidikalang- Dairi Pers : Proyek swakelola tembok SMPN 1 Sumbul tahun 2025 menuai sorotan. Pasalnya dibeberapa sisi sudah retak meski baru berusai hampir setahun. Justru jawaban oknum kepala SMPN 1 Sumbul Rijal Martinus Sinaga, S. Pd yang dikonformai Jumat (31/7/2026) terkesan ngawur meminta agar jurnalis yang mengkonfrimasi mengerahkan bantuan untuk bangun sekolah tersebut.
Dairi Pers yang langsung mengajak kepala sekolah komunikasi lewat ponsel itu membenarkan kalau tembok tersebut proyek swakelola itu tahun 2025 dan masih pada masa kepala sekolah yang lama.
Pantauan Dairi Pers tembok sekolah SMPN 1 Sumbul pada sejumlah sisi sudah retak meski belum berusia setahun. Proyek sendiri disebut sebagai swakelola . Belum diketahui apakah retakan pada tembok yang dibangun hingga bagian dalam. Namun kondisinya harus menjadi perhatian serius sekolah mengingat jumlah siswa sekolah mencapai ribuan orang . Bukan hanya itu usia SMP yang identik dengan energy aktif bukan tidak mungkin bisa mengakibatkan insiden saat bermain disekitar tembok retak.

Sebagaimana diketahui sekolah SMPN 1 Sumbul merupakan sekolah SMP dengan siswa terbesar dikecamatan sumbul. Sekolah ini juga menjadi icon dan pilihan utama siswa sekecamatan sumbul. Reputasi kualitas sekolah ini selalu menjadi incaran orang tua agar anak anaknya bisa menimba ilmu disekolah favorit ini.
Sementara itu Rijal Martinus Sinaga, S. Pd baru diangkat Bupati Dairi Vickner Sinaga menjabat sebagai kepala sekolah setelah sebelumnya menjabat sebagai Plt kepsek. Rijal Sinaga juga diketahui sebelumnya menjabat sebagai guru dan wakil kepala skeolah di sekolah SMP favorit sumbul tersebut.

USIR PENGELOLA KANTIN
Sejumlah informasi negative diterima media ini berkaitan dengan pengelolaan sekolah yang dilakukan Rijal Sinaga pasca dilantik menjadi kepala sekolah defnitif. Salah satunya berkaitan dengan masalah sosial lingkungan sekolah yang dirubah secara drastis. Pengelola kantin yang selama ini telah puluhan tahun membuka usaha dan menjaga sekolah langsung digantikan dengan orang baru yang kebetulan bermarga sama dengan oknum kepala sekolah.
Tokoh Masyarakat Dairi Abdul Angkat yang meminta media ini menjembatani agar kepala sekolah bermurah hati dan tidak mengorbankan orang yang sudah lama berbakti kepada sekolah itu dijawab ketus oleh kepala sekolah yang baru ini.
Rijal Sinaga yang dikonfrimasi Dairi Pers perihal kebijakannya “mengusir”pengusaha kantin lama yang merupakan kerabat tokoh masyarakat itu justru dijawab ketus Rijal Sinaga. “Ai kadis pe nga martelepon tu au masalah i. Bah hualusi tu kadis naso boi be au mangatur di sikkola on? Nikku” Tutur Rijal dalam bahasa daerah.
Kepala dinas Pendidikan Dairi Jaspin Sihombing yang dikonfrimasi mengakui kalau ada keluhan Tokoh Masyarakat Dairi Abdul Angkat yang merupakan kerabat pengusaha kantin yang “terusir”. “Pak Angkat pernah menyampaikan hal itu kepada kami dan saya sudah menelpon kepala sekolah untuk lebih bijak . Namun begitulah adanya”sebut Kadis bagai tak berdaya.
Infromasi terakhir pengusaha kantin lama sudah berganti dengan pengelola baru . sementara pengusaha kantin lama terusir entah kemana. (Hen)

+ There are no comments
Add yours