SPPG Palapa Ungkap Kronologi Dugaan Keracunan MBG

Estimated read time 3 min read

Sidikalang- Dairi Pers : Mitra dapur MBG ( Makanan Bergizi Gratis) SPPG Palapa yang viral dua pekan  silam pasca kejadian dugaan keracunan makanan atas dua sekolah swasta di Sidikalang memberikan  keterangan Jumat (27/2/ 2026) di lokasi jalan Palapa. Melalui temu pers Mitra Dapur Delphi M Ujung didampingi perwakilan yayasan Pana Akhbar Simatupang menguraikan kronologi kejadian dan mengapa baru memberikan  keterangan setelah dua minggu ini.

Dalam keterangannya  Delphi M Ujung menyebutkan saat kejadian kalau dirinya tengah berada di luar kota serangkaian perobatan rutin dirinya. Pun demikian dirinya langsung menghubungi pihak Rumah Sakit untuk meminta tolong diberikan pertolongan secepatnya. “ Mengapa baru hari ini bisa kami berikan penjelasan mungkin karena udah dua minggu sudah mulai mereda emosi dan temperamen” sebutnya.

Diterangkan kalau di SPPG Palapa ada tiga staf BGN (Badan Gizi Nasional) ditempatkan yakni kepala SPPG, Akuntan dan Ahli gizi) sedang mitra dapur ada sebanyak 47 orang yang bertugas mulai dari penerima bahan, pengolahan ,pemorsian hingga sampai pengantaran ke sekolah.

Delphi menerangkan pada hari kejadian tidak ada hal yang asing atau aneh. Semua berjalan biasa saja saat itu menu daging ayam gulai. Relawan (tukang masak) datang mulai masak pukul 02.00 dini hari dan biasanya 5. 30 Wib mulai melakukan pemorsian.

Untuk SMK HKBP permintaannya MBG sampai paling cepat jam 11 dan paling lambat jam 12. 30 WIB.  Saat itu kami antarkan 736 porsi dan diterima dengan baik. Setelah sekitar 13. 30 omprengan kita jemput Kembali dan tidak ada masalah. Kejadiannya justru terjadi esok harinya selasa  hingga menjadi viral dan berakibat  sudah dua minggu SPPG ini ditutup, jelasnya

Dikatakan kalau pengantaran biasanya dimulai dari Tingkat TK, SD hingga SLTA secara berjenjang. Dan untuk SPPG palapa sebanyak 3. 276 porsi per hari.

Kami ingin mengatakan tidak menyalahkan siapa siapa, Kami juga sangat terpukul dengan kejadian itu. Kami meminta maaf kepada orang tua, anak anak, Masyarakat, pemerintah dan aparat yang mungkin ikut terganggu dan hebohnya masalah ini. Kami juga menyampaikan jika masih dipercaya kami akan lebih ketat lagi dalam pengawasan karena layanan kami sebanyak 3.276 porsi  terpaksa tidak menerima MBG lagi pasca ditutupnya operasional., jelasnya

Delphi menjelaskan meski bukan menjadi domainnya dalam memberikan keteranga  namun dapur SPPG palapa sejak berdiri tetap melakukan pengawasan atas kualitas  bahan pengolahan hingga porsi. Bukan itu saja kebersihan, sanitasi dilakukan wajib tiap hari dan kebersihan terpadu sekali dalam seminggu.

Untuk aliran parit bisa ditanya Damkar sering kami panggil untuk ikut penyiraman saluran air jika dirasa macet. Demikian juga sampah tiap hari mobil sampah DLH datang menjemput.

Berkaitan dengan petugas relawan semua sudah dibekali sertifikat penjamah makanan dari Kemenkes. Dan berkaitan dengan Kesehatan relawan juga sudah seluruhnya diperiksa di puskesmas huta rakyat.  

Diakhir temu pers Delphi menyebutkan terlepas dari apapun analisan dan Kesimpulan yang ada dibenak Masyarakat pihak SPPG sama sekali tidak ada niatan buruk. Dari sisi ekonomi tidak mungkin merusak usaha yang baru berdiri. Lagian ini program kebanggaan presiden Prabowo sesungguhnya harus disukseskan, Jelasnya (Hen)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours