Sidikalang- Dairi Pers : Laporan Penggunaan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) SMPN 1 Berampu, kabupaten Dairi 2025 menjadi sorotan. Pasalnya penggunaan dana untuk anggaran Administrasi sekolah naik hingga 75 % dibanding tahun 2024. Padahal jumlah siswa yang didik nyaris sama . Dugaan laporan asal ada hingga dugaan korupsi makin mengemuka. Penggunaan anggaran tahun 2025 untuk administrasi sekolah hingga Rp. 148. 880. 000 dengan jumlah siswa 452 orang.
Jumlah ini naik signifikan hingga 75 % dari tahun 2024 dimana hanya menggunakan anggaran Rp. 84. 804. 970 dengan jumlah siswa 431 orang. Kenaikan ini justru terkesan anomali dikarenakan kegiatan administrasi sekolah salah satunya didasarkan kepada jumlah siswa.
Data yang dihimpun media ini menyebutkan penggunaan anggaran adminstrasi sekolah diperuntukkan dalam penyusunan ARKAS ( Rencana Kegiatan dan anggaran sekolah) Operasional rutin pembelian kebutuhan kantor, PPDB, Assasmen dan evaluasi serta dokumentasi dan laporan. Anggaran ini khusus untuk kebutuhan adminsitrasinya saja. Sedang Dana untuk komponen Operasional rutin pembelian kebutuhan kantor, PPDB, Assasmen dan evaluasi serta dokumentasi dan laporan sudah ditampung dalam item penyaluran tersendiri.
Kenaikan signifikan penggunaan anggaran Administrasi sekolah ini saat dikonfrimasi kepada kepala SMPN Negeri 1 Berampu Toman Simanjuntak melalui surat tertulis 12 Januari 2026 tidak digubris. Sementara itu saat dijumpai dikantornya Senin (26/ 1/ 2026) disebutkan Bendahara BOS kepala sekolah tidak berada ditempat karena sebelumnya menerima telepon. Pihaknya tidak mengetahui keberadaan kepala sekolah namun jaket dan tasnya masih berada di ruangan.
Dairi Pers yang mencoba berkomunikasi via whatapps akhir menjawab “ sorry jo ketua, lagi di luar au. Habis upacara nangkin adong urusanhu” sebutnya dalam Bahasa daerah. Saat ditanya soal konfrimasi yang penggunaan dana BOS tahun 2025 yang sama sekali tidak digubris padahal sudah dua minggu kepala sekolah Toman Simanjuntak mengaku masih sibuk disertai dengan enticom symbol tangan menyembah.
Sementara itu data yang dikumpulkan media ini terlihat sejumlah anggaran penggunaan BOS di SMPN 1 Berampu ini sejak tahun 2023 hingga 2025 sukup aneh. Anggaran untuk perpustakaan menempati posisi tertinggi setiap tahunnya. Sementara kegiatan ektra kulikuler juga dibelanjakan dan jumlah tinggi. Namun dugaan kuat kegiatan itu minim bahkan dugaan kuat sama sekali tidak dilakukan.
Hendaknya hal ini menjadi perhatian kepala dinas Pendidikan Dairi yang baru dilantik Jaspin Sihombing. Kurangnya pembinaan dalam pengelolaan anggaran dana BOS kepada para kepala sekolah justru bisa berakibat fatal terseret dalam pidana korupsi.
Disamping itu minimnya jumlah pemeriksa personil Inspektorat Dairi dalam pengawasan sekolah pengguna anggaran negara pantas diduga membuat sejumlah sekolah dalam penyaluran dana asal ada. (Hen)

+ There are no comments
Add yours