Sidikalang- Dairi Pers : Tahun 2025 SMKN 1 Sidikalang langsung “ menyala” pasalnya jika setiap tahun anggaran yang digunakan untuk penerimaan anak didik baru kisaran Rp. 32. 000. 000 hingga Rp. 35. 000. 000 pertahunnya maka 2025 mengukir sejarah cukup hanya menggunakan uang BOS Rp. 1. 500. 000 untuk penerimaan sekitar 350 siswa baru. Penggunaan anggaran ini justru menimbulkan kecurigaan apakah benar atau hanya pertanggung jawaban asal ada saja. Pun demikian suksesnya sekolah ini dalam menekan anggaran menjadi super minim dapat dijadikan contoh bagi sekolah lain di Sumatera utara.
Data yang dikumpulkan media ini menyebutkan tahun 2025 jumlah siswa yang menjadi icon SMK di Dairi itu sebanyak 1. 254 orang. Dengan estimasi jumlah siswa baru yang diterima per tahunnya sekitar 350 s/d 400 siswa. Maka biaya yang digunakan untuk penerimaan satu siswa cukup sekitar Rp. 4.000
Pada tahun 2024 sekolah ini menggunakan anggaran dana BOS dalam penerima anak didik baru sebesar Rp. 33. 940. 000 dan tahun 2023 menggunakan dana Rp. 32. 940. 000. Jumlah itu jika dialokasikan untuk penerimaan sekitar 350 siswa baru maka satu orang dengan anggran Rp. 96. 971. Namun tahun 2025 cukup dengan anggaran Rp. 4.000 saja juga sukses.
Bukan itu saja disekolah ini dalam laporan pertanggung jawabnya tahun 2023 dan 2024 membuat anggaran ditampung dalam dua tahap. Kondisi itu juga tergolong aneh karena terkesan seakan akan SMKN 1 Sidikalang dalam penerimaan anak didik baru dua kali dalam setahun.
Drastisnya penurunan anggaran penerimaan anak didik baru di sekolah ini coba dikonfrimasikan media ini kepada PLT SMKN 1 Sidikalang c/q Bendahara BOS SMKN 1 Sidikalang melalui surat tertulis tertanggal 19 Januari 2026 sama sekali tidak digubris.
Keberadaan siapa PLT kepala sekolah juga sulit diketahui pasca berpulangnya kepala sekolah defenitif M. Sianturi akhir desember 2025. Kondisi sekolah kini terkesan tertutup dan sulit mengakses informasi.
Sementara itu data lainnya SMKN 1 Sidikalang setiap tahunnya diperkirakan mengelola anggaran Dana BOSP sekitar Rp. 2 miliar pertahunnya. Jumlah siswa sekolah ini setiap tahun anggaran sekitar 1. 200 siswa hingga 1.300 siswa yang terbagi dalam 6 program keahlian yakni tekhnik jaringan computer, pemasaran. Menejmen perkantoran dan layanan bisnis, akuntasi dan keuangan Lembaga, usaha layanan pariwisata dan perhotelan.
Bukan itu saja diketahui sekolah ini juga masih mendapat uang komite sekolah yang jumlahnya mencapai Rp. 1 Miliar pertahunnya dari siswa. (Hen)

+ There are no comments
Add yours