Sekda Dicurigai, Hanya Rp. 200 Ribu Uang Transport Tokoh Sosialisasi PT DPM 

Estimated read time 3 min read

Sidikalang Dairi Pers : Dua pekan berlalu pasca sosialisasi Adendum AMDAL PT Dairi Prima Mineral di Hotel Beristera Sidikalang . Sejumlah tokoh yang diundang dalam kegiatan perusahaan tambang itu menyampaikan keluhan dan kecewa atas minimnya biaya transportasi yang diterima. Bukan itu saja Sekda Dairi Surung Charles Bantjin yang membuat undangan kepada 70 tokoh untuk menghadiri sosialiasi itu turut dicurigai tidak care “mengingat kredibilitas PT DPM yang disebut sebagai perusahaan raksasa tersebut .

Sejumlah tokoh kepada Media ini menyebutkan menyesalkan dan kecewa atas minimnya biaya transportasi yang mereka terima Rp. 200. 000. Seorang tokoh wanita Pakpak dari Jakarta Anna Martyna Sinamo juga menyampaikan sangat prihatin dengan berita yang diterimanya kalau tokoh Dairi yang dikumpulkan hanya dihargai Rp. 200. 000. Padahal mereka merupakan tokoh masyarakat, dewan, ketua ketua OKP, tokoh marga hingga pemerhati Dairi.

Disebutkan dengan reputasi perusahaan raksasa sedemikian keterlaluan “menghargai”tokoh tokoh Dairi sedemikian kecil. Pun demikian Tokoh Pakpak Wanita ini hanya mampu menyampaikan prihatin atas sikap pasrah tersebut. Pihaknya juga mengkritisi pemkab Dairi yang membuat undangan namun terkesan setengah hati pro rakyat.

Sejumlah tokoh local lainnya yang menghadiri acara juga merasa kecewa. Bukan hanya itu mereka juga menaruh curiga undangan dari sekda Dairi untuk urusan perusahaan tambang. Seakan sekda Dairi bertindak sebagai humas perusahaan tambang tersebut.

Mereka juga menilai Sekda Dairi Cahrles Bantjin sebagai pengundang juga tidak sepenuh hati pro kepada tokoh dan undangan karena diakhir acara sangat mengecewakan. Para tokoh local ini menyakini tidak mungkin PT DPM tidak meminta masukan akan lokasi acara, besaran uang sosialisasi kepada sekda Dairi sebelum acara digelar. Keberpihakan Sekda Charles Bantjin dicurigai.

Sekda Dairi Surung Charles Bantjin yang dikonfrimasi Dairi Pers Senin (25/5/2026) mengakui kalau pihaknya sebagai sekda Dairi mengundang sekitar 70 orang/ lembaga dan tokoh untuk sosialiasi dimaksud.

Ditanya bagaimana bentuk kerjasama PT DPM dengan pemkab Dairi perihal dana sosialisasi tersebut dikatakan Bantjin pemkab hanya memfasilitasi. “Kami hanya mengundang tokoh dan elemen masyarakat jadi berkaitan dengan biaya transpotasi pemkab Dairi tidak tahu menahu. Lihat saja saya hanya membuka acara terus pulang”sebut Bantjin

Sementara anggapan dana,  tempat dan besaran biaya transportasi disarankannya untuk mengkonfrimasikan hal itu kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dairi Oloan Hasugian. “Bicaralah dengan kadis lingkungan hidup, Saya hanya membuka dan pulang “sebutnya mengulangi.

Kadis Lingkungan Hidup Dairi Oloan Hasugian yang dikonfrimasi akan bentuk kerjasama dengan PT DPM atas sosialisasi tersebut Senin (25/5/2026) menguraikan kalau pihaknya hanya memfasilitasi pertemuan dan undangan. Berkaitan dengan besaran dana sosialiasi tidak dicampuri.

Saat ditanya besaran dana transportasi Rp. 200. 000 apakah masukan dari Dinas Lingkungan hidup, Oloan Hasugian mengakui hal itu tidak ada hubungannya dengan mereka namun internal PT DPM.

Superintendent hubungan eksternal  PT DPM  Baiq Idayani yang dimintai konfrimasi atas bagaimana bentuk kerjasama PT DPM dengan Pemkab Dairi atas kegiatan sosialisasi. Apakah dana langsung diserahkan kepada pemkab Dairi atau pemkab Dairi hanya memfasilitasi tidak dijawab.

Sementara berkaitan dengan kecilnya biaya transportasi peserta hanya Rp. 200. 000 padahal untuk tokoh masyarakat, pemerhati, dewan dan ketua OKP juga tidak ditanggapinya.  (Hen)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours