Sidikalang- Dairi Pers : Manajemen pengelolaan SD 030285 Sidikalang kab. Dairi menjadi bahan sorotan. Pasalnya sekitar Rp. 300 an juta dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS) setiap tahunnya yang dikelola Sekolah ini memuat penggunaan item yang aneh bahkan diduga berpotensi fiktif . Bayangkan salah satunya dengan siswa sekitar 300 an hanya menampung anggaran Rp. 500. 000 rupiah setahun untuk kegiatan extrakulikuler. Entah kegiatan extrakulikuler seperti apa dilakukan sekolah dengan nilai super minim itu. Jumlah kecil itu justru semakin membuka kemungkinan keanehan lain penggunaan dana BOS yang lebih besar.
Data yang diperoleh media ini menyebutkan tahun 2025 SD 030285 Sidikalang melaporkan penggunaan dana BOS tahun 2025 untuk kegiatan ektra kulikuler tahap I Rp. 125. 000 dan Tahap II Rp. 375. 000 untuk 315 siswanya. Keanehannya justru terletak pada jumlahnya yang sangat kecil . Laporan ini justru melahirkan dugaan laporan asal ada bahkan kuat dugaan fiktif.
Sebelumnya tahun 2024 pengelolaan keuangan BOS sekolah ini untuk item kegiatan extrakulikuler Rp. 5 juta dan tahun 2023 sebesar Rp. 4 juta. Anjloknya anggaran kegiatan extrakulikuler tahun 2025 hanya Rp. 500 ribu justru mengindikasikan tidak beresnya pengelolaan sekolah.
Bukan hanya itu dalam LPJ BOS SD 030285 Sidikalang tahun 2025 sejumlah penggunaan juga diduga kuat bermasalah . dalam item Pengembangan Profesi guru tenaga kependidikan Tahap I Rp. 7. 224. 000 dan Tahap II Rp. 6. 738. 000 Sementara untuk tahun 2024 pengembangan propesi Guru dan tenaga kependidikan Rp. 6.050.000 dan tahap II Rp. 8. 450. 000 tahun 2023 Tahap I Rp. 6. 692. 500 tahap II Rp. 11. 042. 500.
Dugaan kuat penggunaan anggaran untuk Pengembangan Profesi guru tenaga kependidikan disekolah ini tidak pernah dilakukan namun dalam pertanggung jawabannya selalu disertakan sekitar Rp. 15 Juta hingga Rp. 18 juta pertahunnya.
Sejumlah penggunaan anggaran lain seperti pengembangan perpustakaan mencapai Rp. 70 an juta pertahunnya . Demikian pembayaran honorer guru dan tenaga kependidikan juga masih menjadi bahan pertanyaan. Biaya perawatan sarana dan prasarana sekolah di SD ini cukup tinggi setiap tahunnya sekitar Rp. 50 an juta.
Dairi Pers yang coba mengkonfirmasi penggunaaan dana BOS sekolah ini melalui konfrimasi tertulis pada 8 Mei silam hingga sabtu (16/ 5/ 2026) enggan memberikan klarifikasi. Saat langsung dimintai klarifikasi pada sabtu (16/5/ 2026) kepada kepala sekolah SD 030285 Sidikalang Safira Leli Sihotang juga tidak memberikan keterangan. ( Red)

+ There are no comments
Add yours