244 Mahasiswa STAIS Al-Ikhlas Di Wisuda

Estimated read time 2 min read

Sidikalang -Dairi Pers :  Sebanyak 244 orang mahasiswa/i Jurusan Pendidikan Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Al-Ikhlas Dairi Sidikalang mengikuti wisuda sarjana angkatan XXIII tahun 2025 di Gedung Balai Karina Sidikalang, Sabtu (27/12/2025). Kegiatan wisuda di hadiri oleh Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, Wakil Bupati Pakpak Bharat Mutsyuhito Solin, Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Wilayah IX Sumut Syawaludin. 

Wakil Bupati Dairi dalam sambutannya menyampaikan atas nama Pemkab Dairi, selamat kepada 244 wisudawan dimana gelar yang diraih adalah bukti kerja keras, ketekunan dan doa yang tidak terputus. Kehadiran wisudawan merupakan angin segar bagi Dairi mengingat tantangan zaman semakin kompleks, mulai dari penurunan moral hingga arus informasi yang tidak terbendung. 

“Sebagai wisudawan yang baru lulus, saudara bukan sekedar pengajar, melainkan pilar pembentukan karakter generasi muda Dairi yang berakhlakul karimah, cerdas dan moderat,” kata Wakil Bupati. Kepada wisudawan, ia berpesan untuk menjadi pembelajar seumur hidup, dapat berkontribusi aktif dalam membangun Dairi, serta menjaga nama baik almamater. 

Pemkab Dairi juga mengapresiasi setinggi-tingginya STAIS Al-Ikhlas Dairi Sidikalang yang selama 23 angkatan ini telah konsisten mencetak sumber daya manusia unggul di Dairi. Pemerintah akan terus mendukung setiap upaya peningkatan kualitas Pendidikan demi mewujudkan masyarakat Dairi yang cerdas dan religius. 

“Kepada para orang tua, selamat atas keberhasilan putra-putrinya. Kebanggaan ini adalah buah dari pengorbanan para orang tua. Selamat berjuang di dunia nyata bagi para wisudawan,” ucap Wahyu Daniel Sagala di akhir sambutannya. 

Ketua STAIS Al-Ikhlas Dairi Sidikalang

H. Saidup Kudadiri mengatakan capaian yang di peroleh hari ini bukanlah sebuah akhir, namun menuju tanggung jawab yang lebih luas untuk masa depan. “Ini menjadi tanggung jawab STAIS dalam penyiapan SDM yang berakhlak menghadapi tantangan zaman. Kecerdasan tanpa karakter tidak akan melahirkan kemuliaan, sebagai lembaga pendidikan tinggi, STAIS memiliki amanah besar salah satunya mengembangkan cara berpikir dengan meningkatkan berbagai kurikulum,” ujar Saidup Kudadiri. 

Salah satu terobosan yang dilakukan adalah peningkatan kurikulum, yakni kuliah 7 semester, semester 8 mengikuti KKN, dan sudah dijalankan pada wisudawan angkatan saat ini. Ia menuturkan, STAIS mengupayakan mahasiswa/i agar dapat selesai kuliah selama 4 tahun. Ia harapkan seluruh umat Islam yang ada di Dairi, paling tidak ada anaknya satu orang yang sarjana tanpa mengenal latar belakang ekonomi. (Red)

Anda Mungkin Suka

Berita Lain

+ There are no comments

Add yours