Kriminal

Whatsapp Berujung Jealous, Istri Camat Dicari Polisi

Ilustrasi

Medan – Dairi Pers : whatsapp bisa menghubunkan kembali jalinan persahabatan yang sudah lama tanpa kabar. Namun group whatsapp juga bisa berujung tindakan kriminal. Cemburu , kecurigaan hingga CLBK terkadang memicu tindak pidana seperti yang terjadi kepada istri seorang camat di tanah karo.  Dipicu cemburu karena membaca komentar di group WA suami sang istri menyiramkan air cabai giling kepada teman WA suaminya di pajak simalingkar Medan.

Dikutip dari trends. Com peristiwa ini  Berawal dari cemburu buta, M Br Barus (47) warga Kabanjahe sehingga melakukan tindakkan penganiayaan terhadap korban seorang ibu rumah tangga berinisial M br Bangun (50), warga Jl.Pinus Raya, Link Xlll, Perumnas Simalingkar, Kel, Mangga, Medan Tuntungan.

Hal itu diketahui berdasarkan surat laporan tanda terima pengaduan (SLTTP) yang dikeluarkan Polsek Delitua dengan nomor : SLTTP/lll 9/Vlll/2019/SPKT/SEKTA DELTA Pada hari Jumat,(23/08/2019) . Namun aduan ini menjadi mandek meski hampir setahun.  

Dalam pengaduan tersebut menyebutkan, telah terjadi tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh M br Barus (47) perempuan, warga Kabanjahe, Kab.Karo, dan diketahui sebagai istri seorang oknum Camat di Kab.Karo.

 “Ya benar, tanpa saya ketahui sebabnya tiba-tiba saya diserang istri JS  yang saat ini menjabat sebagai Camat. Saat itu saya sedang berjualan dipajak/pasar Simalingkar, tanpa basa basi M br Barus (pelaku) datang ke kios saya dan lansung menyiramkan air gilingan cabai ke sekujur tubuh saya dan tak hanya sampai disitu saja , saat saya merasakan perih di sekitar mata dan saya tidak bisa melihat, seketika itu juga tubuh saya ditendang dan di injak-injak oleh pelaku,” jelasnya

Ditanya terkait alasan apa dirinya disiram dan di aniaya oleh M br Barus (pelaku) penganiayaan, M Br Bangun (korban) mengaku awalnya ia bersama suami pelaku tergabung di salah satu grup media sosial watshaap yang beranggotakan para sahabat Alumni SMA Negeri Berastagi, angkatan Tahun 88/89, berhubung dirinya masih setahun dibawah angkatan dengan suami pelaku dan sering berkomunikasi di percakapan grup WA Alumni tersebut, M br Barus istri si Camat ini tidak terima, sehingga pelaku langsung mendatangi saya ketempat berjualan,langsung menyerang saya, dan perlu juga diketahui ada sekitar 4 (orang) lagi teman – teman saya satu Alumni yang di perlakukan sama seperti yang saya alami,” jelas korban

Setelah kejadian itu , saya langsung melakukan visum ke rumah sakit, hasil visum menyatakan ada gangguan di bagian perut karna di injak dan ditendang, luka cakar dimuka juga menyisahkan bekas. Akibat perbuatan kekerasan yang dilakukan tersangka terhadap saya, maka atas permintaan keluarga,  saya melaporkan M Br Barus (pelaku) ke Polsek Delitua,” terang Br bangun.

Dijelaskannya lagi, “kejadian pilu yang dialaminya terjadi dibulan Agustus 2019, dengan melalui  proses panjang dalam menuntut  keadilan untuk penuntasan kasus ini, yang mana sudah hampir setahun ditangani Polsek Delitua, baru dibulan Juni 2020 surat perintah penangkapan (SPP) terhadap M br Barus (pelaku) penganiayaan terhadap dirinya diterbitkan oleh Kepolisian Sektor Delitua,” katanya (Hen)