Lokal

Waw!!! Motor Dinas Jualan Mi Lontong

Sepeda Motor Plat Merah dengan keranjang berjualan dibelakangnya

Sidikalang- Dairi Pers : Ini benar benar sudah keterlaluan sepeda motor milik pemerintah Dairi Nomor Polisi BB 2697 Y terciduk digunakan berjualan mi lontong di desa Lau Njuhar. Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi kamis (9/1). Sepeda motor plat merah itu  milik dinas kesehatan Dairi.

Infromasi yang berhasil dikumpulkan Dairi Pers dari warga sekitar saat sepeda motor itu terciduk mengakui kalau sepeda motor  itu milik bidan desa Alur Subur dan digunakan orang lain untuk berjualan keliling di desa Alur Subur setiap harinya.

Namun tidak diketahui apakah sepeda motor itu sudah dijual atau direntalkan penanggung jawabnya seorang bidan desa honorer daerah itu.  Dikatakan kalau sepeda motor dinas berwarna hijau putih itu bukan pemandangan baru lagi digunakan untuk aktifitas berjualan dan mengangkut barang . “ Tidak ada masalah kok selama ini, toh tidak ada yang keberatan” sebut seseorang diwarung dalam bahasa daerah.

Pantauan Dairi Pers  sepeda motor dengan plat merah itu berwarna hijau putih . Dalam plat tertulis BB 2697 Y dan tanggal berakhirnya plat 08 tahun 22 . Hasil penelusuran Dairi Pers menyebutkan sepeda motor tersebut dari dinas kesehatan Dairi yang diperuntukkan untuk bidan desa di Alur Subur, Tanah Pinem, Dairi.

Sepeda motor jenis bebek itu diserahkan kepada seorang bidan desa yang berstatus honorer atas nama PM untuk kendaraan dinas. Namun demikian setahu bagaimana kendaraan dinas itu berpindah tangan dan kini dipasangi keranjang (Along along) dan sering digunakan untuk berjualan maupun mengangkut barang barang.

Informasi lainnya menyebutkan kalau oknum bidan desa PM dalam setahun ini sudah jarang terlihat di desa apalagi memberikan pelayanan kesehatan. Bidan  desa itu disebut sebut lebih banyak menghabiskan waktu ke Lau Baleng, Kabupaten Karo karena mempunyai toko ponsel disana. Keberadaan PM paling sekali dalam seminggu terlihat di Alur subur.  Pelayanan kesehatan baru dapat dilakukan ketika yang bersangkutan berada di desa Alur Subur.

Hendaknya hal ini menjadi perhatian Dinas Kesehatan  Dairi sehingga pelayanan kesehatan masyarakat lebih diutamakan. Disisi lain pratek demikian berpotensi korupsi karena informasi yang didapatkan penggajian tenaga honorer lancar dibayarkan. (Rait)