Politik

Waspadai “ Promotor Gelap” di Pilkades Serentak Dairi November 2021

Ilustrasi politik balas budi pilkades dan pilkada Dairi

Sidikalang- Dairi Pers : Sebanyak 106 Desa dari sekitar 150 desa di kabupaten Dairi akan melakukan pemilihan kepala desa serentak pada November 2021.Waktu  ini diperkirakan menjadi momen strategis untuk para bakal calon  Bupati Dairi tahun 2024. Dugaan  “Promotor  gelap” di pilkades serentak ini telah mengemuka seiring tahapan dimulai.  Beredar dugaan sejumlah bakal calon bupati 2023 sudah mulai mengatur  “jagoannya” untuk memenangkan pilkades sehingga untuk pilkada Dairi berikutnya berharap balas budi dari kepala desa yang menang.

Hasil penelusuran Dairi Pers dari sejumlah desa yang akan menggelar pilkades serentak beberapa bakal calon kepala desa tengah hitung hitungan dan menaruh curiga kepada bakal calon lain. Dugaan telah ada bakal calon kepala desa sudah ditunggangi bakal calon Bupati 2023 juga mengemuka. Dikhawatirkan kondisi “ Promotor  gelap” ini  nantinya hanya akan membuat rakyat desa sebagai korban “permainan politik” kepentingan para pemain politik kelas tinggi.

Kondisi ini tentunya dikhawatirkan akan  sulit  mendapatan kepala desa yang benar benar memikirkan kepentingan rakyat , karena kepala desa yang dimenangkan  “ sponsor gelap “ sudah  terjerat  politik balas budi. fenomena ini jika tidak disikapi warga desa saat menentukan pilihan  para calon kepala desa maka akan menjadi korban . Warga desa harus memahami betul siapa para calon dan harus dapat menduga kepada siapa nantinya mereka diseret di pilkada 2024 sebagai balas budi.

Informasi yang berhasil dirangkum Dairi Pers dari pengakuan beberapa bakal calon kepala desa kalau rasa khawatir itu sudah  ada seiring  informasi sudah adanya pihak pihak melakukan pendekatan kepada para bakal calon kepala desa terutama kepala desa incumbent. Dugaan bakal calon bupati Dairi 2023 berada dibelakang scenario ini mengemuka .

Pilkada Dairi 2024 Kepentingan Internasional

Sementara itu diperkirakan kalau pilkada Dairi 2024 akan sangat berbeda dengan pilkada sebelumnya. Pilkada Dairi 2024 yang tahapannya sudah dimulai Maret 2022 itu disebut sebagai pilkada kepentingan  nasional dan internasional dimana perkiraan tambang timah hitam di daerah Silima Pungga pungga sudah tahap ekploitasi pada saat itu.

Kepentingan nasional dan internasional itu sangat erat hubungannya dengan siapa Bupati yang akan duduk  karena prinsip investor ingin investasinya aman dan kondusif.  Kepentingan itu diperkirakan akan membuat pilkada Dairi 2024 bukan pilkada biasa. Dugaan  peran “tangan tangan konglomerat” diproses pilkada Dairi 2024 hampir dipastikan akan terjadi.

Sebagaimana diketahui tambang timah hitam di silima pungga pungga disebut sebagai salah satu tambang terbesar di dunia yang kini dalam tahap proses mendapatkan izin Amdal. Pengakuan staf DPM Budi Situmorang jika tahun ini Amdal diberikan maka investasi yang akan masuk sekitar Rp. 1,5 Triliun . Jumlah itu jauh diatas APBD Dairi yang hanya Rp. 1,2 Triliun setahun. Besarnya peluang dan kesempatan itu tentu akan berpengaruh pada siapa bupati pada 2024. Peluang besar  itu juga diperkirakan membuat pada bakal calon bupati Dairi 2023 sudah mengatur strategi  sedini mungkin untuk  bisa menjadi pemenangannya. Salah satu cara yang kini tengah ramai dibahas dimulai dengan memenangkan “jagoan kepala  desanya” di pilkades serentak November 2021. (Hen