Peristiwa

Warga Sumbul Gantung Diri, Disakunya HP Android

Proses evakuasi korban diturunkan dari pohon pinggir sungai lae patuak

Sidikalang- Dairi Pers : Entah apa yang ada dipikiran Timbul Maringga (40)warga Dusun Kuta Lama Desa Kuta Gugung Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi hingga memilih jalan bunuh diri dengan cara gantung diri. Jenazah korban ditemukan menggantung dengan seutas tali plastik persis dipinggir sungai lae Patuak. Di saku korban ditemukan hanphone android merek “ O” berwarna merah.

Belum diketahui apa yang melatari pria dewasa ini hingga memilih nekat mengakhiri hidupnya namun penemuan korban langsung menggemparkan warga desa kuta gugung yang langsung memadati TKP menyaksikan korban.

Korban pertama kali ditemukan Hotler Munthe (43) Partaki Matanari (48) dan Limson Tamba (27) warga desa yang sama. Penuturan ketiga saksi mengakui sangat terkejut melihat sesosok manusia tergantung dipohon persis pinggir sungai Lae Patuak. Ketiganya sedang melintas sekitar pukul 12.30 WIB.

Tidak berani mengambil tindakan ketiganya langsung melaporkan hal itu kepada warga setempat. Selanjutnya polsek Sumbul dibawah kormando Kapolsek Sumbul AKP AR Siregar, SH bersama anak buahnya menuju TKP.

Korban saat ditemukan mengenakan celana panjang warna coklat muda dan baju kaos putih garis hitam. Jenazah langsung ditunkan dari pohon kayu yang menggantung. Kondisi mayat sudah kaku. Polisi sempat menawarkan otopsi kepada keluarga korban namun ditolak. Selanjutnya korban hanya diperiksa bagian luarnya saja oleh petugas kesehatan Jupen Sihotang.

Dari kesimpulan otopsi luar itu polisi menyebutkan tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun ditemukan tanda tanda orang bunuh diri seperti keluarnya sperma korban dan tinja . Tanda tanda tersebut lajim ditemukan pada korban yang bunuh diri cara mengangatung.

Jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga korban yang berada di kuta gugung untuk selanjutnya disemayamkan di rumah duka desa tersebut. Keluarga korban membuat pernyataan tidak bersedia kalau jenazah korban diotopsi.

Sementara itu warga di TKP menyebutkan korban sehari harinya bekerja sebagai petani dan terlihat bagai normal saja. Tidak ada yang aneh dari diri korban sehingga kepergiannya dengan cara tragis membuat mereka bertanya tanya.

Hingga berita ini diturunkan keluarga korban sedang mempersiapkan pemakaman korban yang rencananya dikuburkan di desa tersebut. (Ipen)