Pilkada

Warga Berharap Cabup Dairi Tidak “ Kampanye Pepesan Kosong”

Tokoh Masyarakat Dairi H. Raja Ardin Ujung
Tokoh Masyarakat Dairi H. Raja Ardin Ujung

Sidikalang- Dairi Pers : Sejumlah pemerhati Dairi menyebutkan kampanye yang disampaikan paslon cabup Dairi harusnya lebih menyentuh dan menerangkan langkah apa yang akan dilakukan calon Bupati membawa Dairi lebih baik ke depan. Kampanye yang disebar masih standart  bahkan terkesan copy Paste dari kampanye kampanye  sebelumnya yang sudah membosankan ditengah masyarakat. Warga Dairi tidak menginginkan lagi janji calon dalam kampanye akhirnya hanya sebuah pepesan kosong ketika menjabat.

Pikir Ujung salah seorang warga Panji, Sidikalang, Dairi  Kepada Dairi Pers menyebutkan dirinya sebagai warga biasa berharap para calon kepala daerah menyampaikan kampanye yang bermutu dengan jelas menguraikan apa yang dilakukan ketika menjabat. Rakyat ingin mendengar terobosan terobosan yang direncanakan para calon. Bukan mendengar kalimat kalimat mendiskreditkan apa lagi menyerang rivalnya .  “ Kita sebagai rakyat inginkan kenyamanan saja . Yang kami inginkan bupati ke depan yang benar benar bisa mengujudkan perbaikan. Bukan sekedar asal ada bupati.  Daerah lain terus berkembang. Kita ingin Dairi juga  maju seperti kabupaten lain  tidak begini begini terus …” Sebutnya

Ketua Sulang Silima marga Angkat DR (HC) Abdul Angkat, SH menilai warga Dairi sudah sangat menginginkan sebuah kampanye berkwalitas. Berbicara angka dan langkah nyata yang akan dilakukan menjawab galau rakyat. “ Saya menerima masukan dari masyarakat di desa desa calon pemilih lebih menyukai calon Bupati yang menyampaikan program . Paling diminati siapa calon yang berani  berjanji bahkan siap menggaransi programnya akan dilakukan saat terpilih. Jika tidak terbukti akan mundur” sebut Abdul

Dikatakan,  warga Dairi sudah menolak kampanye yang sekedar bicara kulit, janji manis tetapi tidak bisa menunjukkan cara yang akan dilakukan. “ Kampanye  sebagai panggung menarik simpati, Panggung melempar ide, cara dan teknik menyakinkan calon pemilih sehingga dipercayai bahwa program untuk rakyat yang dijanjikan meyakinkan dan memang dipercayai akan diwujudkan. “ tambahnya

Hal senada disampaikan  Hulman Sinaga  masa kampanye masa dimana menyampaikan program. Memberikan solusi atas masalah rakyat. Jadi bukan ajang untuk menyerang  dengan fitnah . Bahkan menyerempet ke SARA, mendiskredirkan saingan dan lainnya . Jadi bukan memburukkan saingan dengan harapan agar calon pemilih simpati kepadanya. Cara begini sudah memuakkan ditengah masyarakat. Jika gaya begini dipertahankan maka calon pemilih justru akan berbalik menolak.

Bukan itu saja cara demikian bukanlah pembelajaran politik yang benar dan sehat. Jadi sama sekali tidak berguna dan membosankan ditengah masyrakat.  Berkampanyelah dengan melempar ide dan gagasan yang brilian bukan melempar janji pepesan kosong yang hanya berharap saingannya  dimata masyarakat buruk. Dan dengan keburukan itu si calon menangguk simpati untuk dipilih, Katanya

Sementara itu tokoh masyarakat  Dairi Raja Ardin Ujung menyebutkan  Masyarakat Dairi sekarang menginginkan adu program bukan adu fitnah.  “jangan pernah berharap rakyat setuju dengan metode mengukur baju orang lain dengan ukuran baju kita sendiri. Artinya sama sekali rakyat sudah tidak tertarik lagi dengan tekhnik menyerang calon lain dengan berharap calon pemilih akan pro sekaligus menjatuhkan pilihan kepadanya.  Apalagi mengaitkannya dengan SARA , menebar fitnah  justru menjadi blunder dan masyarakat jadi alergi” Sebut ketua Lembaga Adat Sulang Silima tersebut.

Permasalahan rakyat Dairi itu banyak mulai dari kesejahteraan, ekonomi yang sulit, Masalah keresahan  mutasi dikalangan ASN, Rasa ketidak merataan  pembangun desa dan kota. Inftrastrutur jalan yang rusak.  Perolehan bantuan pemerintah pusat seperti Raskin, Bedah Rumah, Bantuan  pra sejahtera serta berbagai bantuan untuk pertanian. Rakyat inginkan apa metode calon Bupati mengatasi hal itu. Itu yang ditunggu tunggu rakyat. “ Ini  malah menyerempet  SARA, Angkat isu  isu kulit seperti  tidak ber KTP Dairi serta hal lain yang sama sekali tidak menarik.  Sayang sekali kwalitas seorang  calon jika bicara yang tidak nyambung . Ini yang harus diperhatikan para calon . Persoalan rakyat itu sekarang sulitnya ekonomi, pendapatan rendah, anak anak terancam kuliah. Masa jawabnya harus memilih calon yang ber KTP Dairi ? Hubungannya apa ? Ini kan bukan mencerdaskan rakyat “ sebut Ardin Ujung

Pantauan Dairi pers kwalitas kampanye calon Bupati Dairi 2018 masih mengangkat isu isu lama yang sudah disebar tahun 2008.   Meski telah berusia 10 tahun namun isu itu terus dipakai hingga terkesan  tidak menariuk dan membosankan . Sedang . Janji perbaikan infrastruktur  masih dengan mengandalkan APBD ( Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).  Sama sekali belum terlihat ide dan garansi bagaimana mendatangkan anggaran diluar DAU ke Dairi.

Sementara itu dari tekhnik yang  dimainkan masih  tercium  pola lama melanggar aturan tidak fair dengan terlibatnya oknum ASN dan Oknum Kepala desa. Belum berani bertanding secara fair dengan adu kwalitas dan adu program. Untuk menarik massa masih mengandalkan hiburan  gratis  dengan musik  kibod.  Kampanye ke unit unit masyarakat seperti perkumpulan marga dan perkumpulan acara agama masih belum  memuat program mengatasi problema masyarakat. Kampanye masih sebatas memburukkan pesaing berharap dengan pemburukan itu calon pemilih terpegaruh hingga memutuskan memilihnya.  (R.07)