Peristiwa

Vaksinasi Covid-19 Mulai November, Ini Priorotasnya

Jakarta- Dairi Pers : Indonesia akan segera melakukan imunisasi massal vaksin corona. Vaksinasi Covid-19 pertama akan dilakukan akhir November-Desember 2020.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta Kementerian Agama akan memastikan terlebih dahulu keamanan dan kehalalan vaksin buatan China tersebut. Dikutip  dari Antara, menurut Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemilihan Ekonomi Nasional, (PC-PEN), Airlangga Hartarto, ada 6 kelompok masyarakat yang akan dijadikan prooritas dalam pemberian vaksin virus corona.

Kelompok masyarakat yang termasuk dalam penerima vaksin virus corona meliputi:

1. Garda depan meliputi tim medis, pelayan kesehatan, TNI Polri dan aparat hukum sebanyak 3,5 juta orang.

2. Tokoh masyarakat, tokoh agama, dan perangkat daerah sebanyak 5 juta orang.

3. Tenaga pendidik mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga dosen perguruan tinggi swasta dan negeri sebanyak 4,3 juta orang.

4. Aparat pemerintah pusat dan daerah serta legislatif sebanyak 2,3 juta orang.

5. Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan sebanyak 96 juta orang.

6. Masyarakat usia 19-59 tahun sebanyak 58 juta orang.

Total keseluruhan ada 160 juta orang yang akan mendapatkan vaksin virus corona ini.

Vaksinasi tahap pertama rencananya akan dimulai November-Desember 2020.

Isu Tidak Halal

Isu soal vaksin virus corona yang tidak halal sempat menjadi perbincangan publik. Ma’ruf Amin meyakinkan masyarakat bila vaksin virus corona tetap bisa digunakan meski belum memiliki sertifikat halal. Hal ini dilakukan karena kondisi darurat dan untuk mencegah penyakit yang terjadi berkepanjangan.

“Tapi andaikata itu ternyata belum ada yang halal, tapi kalau tidak digunakan akan menimbulkan kebahayaan, menimbulkan penyakit berkepanjangan,” kata Ma’ruf dalam dialog bersama juru bicara COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro

“Maka bisa digunakan walau tidak halal. Tapi secara darurat dengan penetapan bahwa boleh digunakan karena darurat,” imbuhnya. Meski begitu, pemerintah melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap akan melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap vaksin Sinovac dan Cansino yang diimpor dari Tiongkok itu. (Hen)