Peristiwa

Truk CPO ke Jurang Lae Pendaroh, Sopir Meninggal

Kiri jenazah Rasmin Sopir Truk Naas dan Suasan pencarian korban pada malam

Sidikalang-Dairi Pers : Truk pengangkut CPO (Cruid Palm Oil) dari Subulsalam Aceh diketahui terjun bebas ke jurang lae pendaroh kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi Rabu (10/7) malam. Sopir truk yang beralamat di Langkat itu akhirnya berhasil ditemukan pada Kamis (11/7) dengan kondisi sudah tidak bernyawa. BNPB dan polres Dairi melakukan evakuasi terhadap korban sedang truk naas yang masih penuh bermuatan CPO tersebut berada di lembah dengan kondisi ringsek.

Data yang dikumpulkan Dairi Pers menyebutkan truk naas pengangkut CPO tersebut dikemudikan Rasmin (44) warga alur gadung kecamatan sawit seberang kabupaten Langkat. Truk dengan tujuan belawan itu berasal dari NAD. Seorang pengemudi truk CPO lainnya yang kebetulan beriringan dengan truk naas itu Slamet mengakui kalau Rasmin baru dua kali membawa truk CPO dari NAD. sebelumnya bekerja di Langkat juga sebagai supir.

Mereka berangkat dari Aceh secara berinringan dan sempat singgah di kawasna puncak, Sidiangkat untuk beristirahat. Selanjutnya Rasmin pamit lebih dahulu kepada Slamet karena harus mengisi Bahan bakar Minyak di daerah Sitinjo. Namun  tak lama kemudian Slamet mengetahui kalau temannya bersama truk terjun ke jurang kawasan lae pendaroh, Sitinjo Dairi.

Polres Dairi dan BNPB Dairi mencoba melakukan pencarian korban pada malam naas itu . Namun korban tidak berhasil ditemukan hingga pencarian dilanjutkan kamis (11/7) sejak pagi hari. Sekitar pukul 08.00 WIB Rasmin supir truk naas itu ditemukan tergeletak tidak bernyawa tidak jauh dari lokasi truk. Diperkirakan korban terlempar dari mobil  ketika mobil terguling di dinding tebing yang lumayan curam tersebut.

Korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Dairi yang selanjutnya diberangkatkan ke kampung halamannya di Langkat.

Rawan

Jalan lintas antara tikungan letter S hingga tangkahan batu galian C daerah Sitinjo sekitar 1 Km diketahui cukup rawan bagi kendaraan bermotor. Kendaran terjun ke jurang lae pendaroh sering terjadi. Sekitar dua pekan silam tak jauh dari lokasi jatuhnya truk diketahui satu unit mobil avanza juga terjun ke jurang lae Pendaroh.

Kondisi jalan rawan tersebut berada di dinding bukit TWI dimana dibawahnya jurang lae pendaroh cukup dalam . Posisi jalan menurun dari Letter S hingga jembatan lae renun menurun dan sempit . Medan jalan menurun itu cukup beresiko terhadap kendaraan muatan berat .

Bukan itu saja jalan sempit tidak dilengkapi dengan lampu jalan juga membuat jalur ini cukup rawan terutama bagi pengemudi yang belum terbiasa melintasinya. (Ipen)