Lokal

TPK Desa Pasi Sebut “Dikibuli” Oknum Kades

alokasi DD Pasi dan TPK Manik

Sidikalang- Dairi Pers : Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Pasi. Kecamatan Berampu, Kabupaten Dairi Sulam Al Asy Manik menyampaikan kecewa mendalam  atas manajemen yang diterapkan oknum kepala desa Pasi Sabar Pasi yang bertindak monopoli dalam pengelolaan keuangan desa Pasi tahun 2019.  Bahkan janji membayarkan honor 4 persen dari kegiatan kepada TPK juga isapan jempol semata.

Demikian Sulam Al Asy Manik saat diwawancarai Dairi Pers.com  jumat  (20/3). Diterangkan Manik  Permendagri nomor  20 tahun 2018 Tentang pengelolaan  keuangan Desa telah mengatur seluruhnya tupoksi semua perangkat desa dalam pengelolan Dana Desa. Intinya ada aturan mewajibkan desa memberdayakan semua perangkat yang ada sesuai tupoksinya.

Namun dalam Prakteknya dikatakan Manik justru  oknum kepala desa Pasi  tidak transparan dalam pengelolaan dana desa. Bukan hanya itu oknum kepala desa juga bertindak monopoli membelanjakan anggaran dan mengelola keuangan desa  sendiri tanpa melibatkan perangkat desa yang ada . Dikatakan,  oknum kepala desa seolah olah menjadi pemborong dan melanggar Permendagri nomor  20 tahun 2018.

Disebutkan mereka kecewa dengan tindakan oknum kepala desa dalam pengelolaan Dana Desa tahun 2019 dimana perangkat yang ada tidak difungsikan dan jabatan yang diemban mereka hanya formalitas saja.

Bukan itu saja diterangkan sebelumnya ada perjanjian dengan kepala desa kalau TPK akan mendapat honor 4 persen dari kegiatan. Namun dalam kenyataannya oknum kepala desa hanya memberikan Rp. 3 juta untuk satu tahun anggaran . “ Jadi kita semua  merasa dikibuli oknum kepala desa’ Sebutnya.

Kepala desa Pasi Sabar Pasi yang coba dikonfrimasi Dairi Pers melalaui handphonenya  minggu (22/3) tidak menjawab.  Pesan yang disampaikan tidak dijawab.

Sementara itu alokasi Dana Desa yang diterima desa Pasi tahun 2019 sebesar Rp. 1,1 Miliar . Anggaran itu dialokasikan untuk anggaran pembangunan Rp. 704 juta anggaran penyelenggaraan  pemerintahan desa Rp. 332 juta, bidang  Pembinaan  kemasyarakatan Rp. 82 juta dan bidang pemberdayaan  masyarakat dialokasikan sebesar Rp. 66 juta.

Informasi yang berhasil dikumpulkan Dairi Pers alokasi anggaran Dana desa ini diduga kuat  bermasalah terutama anggaran pembinaan  dan perberdayaan masyarakat senilai 146 juta sepanjang tahun 2019.. ( Agam)