Kabupaten Pakpak Bharat

TP PKK Sumut Kunjungi Desa Percontohan di Pakpak Bharat

Ketua PKK Pakpak Bharat Terima TP PKK Sumut

Salak- Dairi Pers : Tim penggerak PKK Sumut  mengunjungi Kabupaten Pakpak Bharat untuk melihat langsung  Desa Percontohan Pelaksana Tertib Administrasi PKK, PAAR, UP2K PKK, Hatinya PKK dan IVA TEST Tahun 2021. Senin (4/10/2021)

Rombongan TP PKK Sumut ini  yang dipimpin oleh Wakil Ketua V TP PKK Sumatera Utara Drs. Ruhyat ini diterima oleh Ketua TP PKK Pakpak Bharat Ny. Juniatry Franc Bernhard Tumanggor bersama Sekretaris Daerah Pakpak Bharat dan jajaran Pengurus TP PKK Pakpak Bharat lainnya di Gedung Balai Sada Arih, Kompleks Kantor Bupati Pakpak Bharat.

Ketua TP PKK Pakpak Bharat dalam sambutannya antara lain menyampaikan selamat datang kepada segenap rombongan Tim Penggerak PKK Sumatera Utara serta memaparkan kondisi pengembangan dan program kerja TP PKK Pakpak Bharat.

Dalam waktu dekat ini kami melalui Pokja PKK yang membidangi akan segera meluncurkan batik khas Pakpak Bharat yang kami pusat pembuatannya di Desa Maholida dimana bahan-bahan termasuk pewarna kain ini kami produksi sendiri dengan bahan baku dari Daerah kami terutama gambir, ungkap Ny. Juniatry dalam sambutannya.

Perlu juga kami sampaikan bahwa memang kondisi dan kegiatan TP PKK Pakpak Bharat yang mengalami kevakuman dam dua tahun belakangan ini dikarenakan kondisi kepemimpinan yang tidak memungkinkan, ungkap Ny. Juniatry kemudian.

Sementara itu Sekretaris Daerah Pakpak Bharat berharap bahwa program-program kerja TP PKK Pakpak Bharat dapat terintegrasi dengan program kerja Pemerintah yang telah ditetapkan bersama.

Kita berharap agar program-program kerja PKK ini dapat disesuaikan dengan program kerja Pemerintah yang telah disusun dan disepakati dan dicanangkan oleh Pemerintah, ungkap Sekretaris Daerah dalam sambutannya.

Wakil Ketua TP PKK Sumatera Utara Drs. Ruhyat dalam sambutannya antara lain menjelaskan bahwa sistem evaluasi oleh TP PKK Provinsi sumatera Utara tahun ini berbeda dengan sistem evaluasi dimana pada tahun sebelumnya monitoring dilakukan dengan langsung turun ke desa-desa, tahun ini dilaksanakan di Ibukota Kabupaten dengan mendatangkan peserta yang terbatas. (Erikson Sirait)