Hukum Kriminal

Tipikor Sidangkan Kasus Percetakan Sawah Simungun Dairi

Para Terdakwa Yang disidang dalam kasus Percetakan swah Simungun

Medan- Dairi Pers : Didakwa korupsi cetak sawah di Dinas Pertanian Dairi hingga ratusan juta, Pensiunan PNS Edison Munte diadili di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (26/4/2021).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) David Pangaribuan menyebutkan bahwa warga Jalan Gereja, Parongil Desa Parongil Kabupaten Dairi itu, bersalah atas penyelewengan dana milik kelompok tani untuk perluasan cetak sawah seluas 100 hektar.

Edison bersama terdakwa lain yakni, Arifuddin Sirait dan Ignatius Sinaga (berkas terpisah) melakukan perbuatan tersebut rentang waktu 2011 hingga 2012. 

Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana KorupsiJo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) Jo Pasal 55 .

Tak tanggung-tanggung nilai kerugian negara atas ulah Edison dan dua terdakwa lain mencapai Rp 567.978.000. 

Dikatakan Jaksa kalau terdakwa Edison  dalam perkara ini berperan sebagai pelaksana teknis kegiatan dana.

Di Kutip dari Tribun Awal mulanya, kata jaksa, tahun 2011, Kab. Dairi mendapatkan dana perluasan sawah/cetak sawah yang bersumber dari Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian RI sebesar Rp 750 juta.

“Untuk pelaksanaannya ditetapkan kelompok pelaksana program cetak sawah tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Simungun Victor Sihombing,” kata jaksa di hadapan Hakim Ketua Elliwarti.

Jaksa melanjutkan, pada 9 Mei 2011 Kepala Dinas Pertanian Dairi Ir Herlina Lumbantobing, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), menetapkan terdakwa Edison Munte sebagai Pelaksana Teknis Kegiatan dan Staf Pengelola Dana Tugas Pembantuan untuk kelompok tani yang dimaksud.

“Kelompok Tani Maradu lalu membuat Rencana Usulan Kegiatan Kelompok (RUKK) sebagai acuan, dalam penggunaan dana kegiatan perluasan sawah/cetak sawah  Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian pada Dinas Pertanian Kab. Dairi sebesar Rp 750 juta yang ditandatangani oleh pengurus kelompok Tani Maradu, diketahui oleh Viktor Sihombing selaku Kepala Desa dan terdakwa Edison Munte selaku Staf Pengelola dan disetujui oleh Theresia M Panggabean selaku pejabat pembuat komitmen,” beber jaksa.

Dana itu rencananya akan digunakan untuk keperluan diantaranya pengadaan pupuk, pembelian benih padi,  pembersihan lapangan, pengadaan hand tracktor dan lainnya. 

Setelah dana dicairkan, kelompok tani lalu diminta untuk melaksanakan kegiatan cetak sawah tersebut. 

Namun nyatanya, dana yang sudah dicairkan beberapa tahapan, tidak sepenuhnya digunakan untuk keperluan perluasan cetak sawah yang seharusnya dikelola kelompok tani Maradu.

Perbuatan, para terdakwa atas kegiatan perluasan sawah/cetak sawah di Desa Simungun Kec. Siempat Nempu Hilir Kab. Dairi telah menyimpan dari Perjanjian Kerjasama Nomor: 520/274/PSP/VI/2011 serta RUKK yang telah ditetapkan.

“Perbuatan terdakwa Edison Munte sebagai orang di luar anggota kelompok Tani Maradu, bersama-sama dengan Arifuddin Sirait dan Ignatius Sinaga yang menerima dan menggunakan dana kelompok tani, serta tidak menyelesaikan pekerjaan percetakan sawah baru seluas 100 hektar telah mengakibatkan kerugian keuangan  negara sebesar Rp 567.978.000, sebagaimana Laporan Hasil Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara,” ujar jaksa. (Hen)