Nasional

Tiba, Sinovac Belum Boleh Disuntikkan, Efeknya Demam Dan Bengkak Ringan

Vaksin Sinovic

Jakarta- Dairi Pers : Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Penny K Lukito mengingatkan vaksin Covid-19 Sinovac yang sudah didistribusikan ke sejumlah daerah belum boleh disuntikkan. Sebab, masih belum mengantongi izin penggunaan darurat atau EUA.

“EUA masih berproses, tapi vaksin sudah diberikan izin khusus untuk didistribusikan karena membutuhkan waktu untuk sampai ke seluruh daerah target di Indonesia,” kata Penny, Senin (4/1).

Dikutip dari  Antara, proses penyuntikan vaksin Covid-19 hanya boleh dilakukan jika sudah mendapatkan EUA.

BPOM, terus mengevaluasi uji klinis Sinovac di Bandung, Jawa Barat. Selain itu, BPOM akan terus mengkaji secara seksama berbagai hal terkait vaksin Covid-19, termasuk data dari berbagai

Biofarma sudah kerap menyalurkan vaksin lain ke berbagai tempat di Indonesia. PT Biofarma mendistribusikan tiga juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke 34 provinsi di Indonesia pada Minggu (3/1) untuk persiapan pelaksanaan program vaksinasi tahap pertama.

Prof Dr Kusnandi Rusmil

Demam Dan Bengkak

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac Prof Dr Kusnandi Rusmil memastikan bahwa vaksin tersebut memiliki keamanan yang cukup baik.

“Jadi saya katakan bahwa selama ini kalau keamanannya cukup baik. Tetapi kalau untuk efektivitas dan imunigentitas itu sedang dalam penelitian itu belum selesai,” ujar Kusnadi dalam Programme Launching International Conference Covid-19 Pandemic and Global Vaccine, Senin (4/1).

Kusnadi menjelaskan pihaknya telah melakukan uji klinis terhadap vaksin Sinovac dalam dua fase sama seperti yang dilakukan di Wuhan, China.

Awalnya tim uji klinis mengambil sample sebanyak 1.800 orang. Setelah dilakukan rapid dan swab, dari jumlah tersebut yang lolos persyaratan tercatat sebanyak 1.732 orang. Kemudian dilakukan screening lanjutan dan diperoleh 1.620 orang yang akhirnya disuntik vaksin Sinovac untuk fase I.

“Dari 1.620 kita telah lakukan suntikan pertama kemudian kita lakukan suntikan kedua yang hadir hanya 1.603, yang 17 tidak datang dengan alasan pindah kantor, sakit dan sebagainya,” ujarnya. Setelah penyuntikan fase II, ke 1.603 orang tersebut dipantau selama 6 bulan. Hasilnya, diketahui efek samping vaksin Sinovac hanya berupa demam ringan,” ungkapnya.

“Kita telah mengikuti 6 bulan. Apa yang didapat? Ternyata yang terjadi hanya panas ringan. Deman dikit, bengkak ringan. Yang dalam dua hari itu 20 persennya sembuh sendiri. Jadi saya katakan bahwa selama ini kalau keamanannya cukup baik,” ujarnya.

Untuk itu Kusnadi berharap agar masyarakat tidak mudah percaya dengan isu-isu negatif yang beredar tentang efek samping vaksin Sinovac. Kusnadi mengatakan bahwa manfaat vaksin jauh lebih besar ketimbang efek sampingnya.

“Jadi saya nitip bahwa isu-isu yang beredar vaksin begini vaksin begitu rasanya enggak. Karena di Indonesia sudah biasa melakukan imunisasi di puskesmas. Karena manfaat vaksin jauh lebih besar dari efek sampingnya. Jadi saya mohon sekali lagi dicamkan bahwa memang ada efek samping tapi tidak menyebabkan hal merugikan, efek imunisasi jauh lebih baik daripada efek sampingnya,” tandasnya. (Hen)