Kriminal

Tak Perduli Covid & Puasa, “Lalap’Prostitusi Online. Pacar Cantikpun Dijual

Penangkapan Protitusi Online di manado

Medan – Dairi Pers : Entah sudah hilang rasa dosa atau terdesak karena kebutuhan hidup aktifitas protisuti online masih saja terjadi. Polisi di Medan dan Manado melakukan penangkapan terhadap pelaku dan penjaja bisnis haram itu. Puluhan orang digaruk dan wanitanya cantik cantik dan muda.

Praktik prostitusi online di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) diungkap pihak kepolisian di tengah bulan suci Ramadan 1441 Hijriah. Pengungkapan dilakukan Polsek Medan Kota berawal dari adanya laporan masyarakat.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu M Ainul Yaqin mengatakan, praktik prostitusi online dilakukan para muda-mudi di sebuah indekos di Jalan HM Jhoni, Kelurahan Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota.

“Kita mengamankan belasan muda-mudi yang diduga sebagai pengguna jasa prostitusi online melalui aplikasi chatting Michat,” kata Yaqin, Minggu (3/5).

Dijelaskannya, diamankannya para pengguna jasa prostitusi online dilakukan pada Sabtu, 2 Mei 2020 sekitar pukul 23.40 WIB. Pihaknya mendapat laporan dari masyarakat melalui aplikasi polisi kita.

Personel langsung menuju lokasi yang dimaksud untuk melakukan pemeriksaan. Saat di lokasi ditemukan sejumlah pasangan muda-mudi yang bukan suami istri di indekos tersebut. Miris, kondisi itu terjadi di tengah pandemi virus Corona COVID-19.

“Mereka langsung kita boyong ke Mapolsek. Juga para penghuni indekos untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Ada 14 orang yang diamankan dan diboyong ke Mapolsek. Mereka terdiri dari 7 laki-laki dan 7 perempuan. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan oleh petugas Polsek Medan Kota.

Manado Ada Yang Jula Pacarnya

Tim Khusus Maleo Polda Sulawesi  bergerak dengan menangkap lagi 12 pelaku praktik prostitusi online, Minggu (03/5) .

Ke-12 pelaku praktik prostitusi online tersebut terdiri atas empat perempuan dan delapan laki-laki sebagai mucikari. Para perempuan tersebut yakni MA (16), TA (21), KP (17) dan JU (16). Sementara para mucikari yakni RB (23), RL (26), FK (20), MN (21), AK (20), GR (19), JT (34), AT (25).

“Penangkapan ini berawal dari adanya laporan masyarakat yang resah dengan adanya prostitusi online memakai aplikasi telepon selular,” ujar Katimsus Maleo, Kompol Prelly Tampanguma.

Masyarakat mencurigai salah satu hotel yang ada di Maumbi dijadikan lokasi prostitusi. Timsus Maleo langsung menuju TKP dan menangkap pelaku..

Para muncikari menawarkan prostitusi online lewat aplikasi chatting. “Ada yang 15 tahun, ada cowok menjual pacarnya. Sekali-kali jadi pacar, sekali-kali tidak jadi pacar. Makanya miris, ini perusakan generasi muda. Kalau tidak ada tindakan ini, bisa-bisa tidak hanya di kota, nanti terjadi di lingkungan rumah,” ujar Frelly.

Dia mengatakan ada korban pelacuran yang sudah beberapa kali diamankan petugas. Namun mirisnya, mereka kembali terjun ke dunia pelacuran. Polisi berharap orang tua ikut berperan untuk mengawasi aktivitas anaknya.

“Cuma ada yang ironis sekali, rata-rata orang tua tidak keberatan padahal anaknya dijual. Sering terjadi, anak yang ditangkap dikembalikan ke orang tua, malamnya lari lagi dia. Dicari lagi tempat lain. Orang tuanya lebih suka tidak diproses, mungkin malu,” ucapnya.

Sementara bagi muncikari akan dijerat pasal berlapis untuk menimbulkan efek jera. Kasus prostitusi online ini sudah meresahkan warga yang kemudian menyampaikan aspirasi kepada Tim Maleo lewat akun media sosial yang tersedia.

“Sudah banyak (yang pernah ditangkap), di Polres Tomohon ada, di Polresta (Manado) ada, di Polda ada. Kita kenakan prostitusi online yang dikaitkan dengan UU ITE agar hukumannya lebih berat,” tegasnya.(Hen)