Lokal

Sungai mengalir deras diatas Jembatan Lae Renun Dairi

sungai berada diatas dan dibawah jembatan lae renun
sungai berada diatas dan dibawah jembatan lae renun

Sidikalang- Dairi Pers :  Jembatan Lae Renun sepanjang 25 meter yang menjadi satu satunya urat nadi yang menghubungkan Medan ke Sidikalang, Pakpak Bharat, dan Nangroe Aceh Darus Salam (NAD) terancam putus. Genangan air yang memenuhi bahu jembatan terus terjadi saat musim hujan berlangsung. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun tahun. Namun hingga kini belum dapat diatasi secara permanen.

Pantauan Dairi Pers.com.  Rabu (16/5), jembatan yang menghubungkan kecamatan Sumbul dan kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi itu kondisinya saat musim hujan sangat rawan. Pasalnya genangan air hingga setinggi 10 cm s/d 15 cm di bahu jembatan.  Kendaraan yang melintas tidak mempunyai pilihan wajib melewati genangan air diatas jembatan tersebut.

Genangan air sendiri berasal  dari parit sisi kiri jalan dari sumbul yang sumbat hingga  air hujan melucur di jalan dan pada akhirnya masuk ke bahu jembatan. Bukan hanya itu, air parit yang berasal dari  bahu jalan kecamatan Sitinjo juga tumpah ke bahu jembatan.

Diperkirakan lobang pembuangan air dibahu jembatan sudah sumbat dan tidak ada pihak yang merasa bertanggung jawab atau peduli untuk membuka kembali lobang jemabatan yang sumbat. Akhirnya air baru terbuang setelah digilas kendaran yang lewat.

Jembatan ini merupakan jembatan yang paling rame lalu lintasnya . Diperkirakan ribuan kendaran setiap harinya yang berasal dari Medan, Dairi Pakpak Bharat dan Aceh melintasi bahu jembatan ini.

Kondisi bahu jembatan sudah rawan karena jika sedikit saja kering terlihat bahu jalan yang dilapis  hot mix sudah terkelupas dan basah.

Jembatan yang membelah sungai lae renun yang berada dibawahnya sekitar 50 meter. Hampir dipastikan jika rubuh perbaikan jembatan ini akan memakan waktu cukup lama untuk normal kembali.

Markus Purba : Sungai Diatas Dan Dibawah Jembatan Lae Renun

Anggota DPRD Dairi Markus Purba menyebutkan kondisi jembatan tergenang air sudah bertahun tahun. Meski jembatan tersebut adalah tanggung jawab pemprovsu, namun jika terjadi hal yang tidak diinginkan maka yang paling rugi adalah warga Dairi. Untuk itu dikatakannya tidaklah menjadi salah jika pemerintah dan rakyat Dairi memberikan perhatian untuk  sekedar ” ringan tangan” memperhatikan lobang jembatan yang tersumbat . Jembatan ini kalau sedang hujan, dibawah dan diatas jembatan menjadi sungai yang deras, tambahnya..

“ Kami fikir kalau kondisinya sudah demikian,  peran serta rakyat, pemerintah dalam bentuk perhatian. Jika tidak ada yang mau bertanggung jawab maka ketika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti rubuh, Sidikalang  yang menjadi ibukota kab. Dairi akan terisolasi . Harusnya ini juga pantas diperhatikan pemkab Dairi . Rakyat juga tidak salah memberikan perhatian. Jangan setelah kerusakan yang lerbih besar baru sadar”, sebutnya

Air menggenang di bahu jembatan sudah berlangsung  bertahun tahun. Namun hingga kini belum juga bisa teratasi. Sebelumnya beberapa kali Sat Lantas polres Dairi membuka lobang bahu jembatan yang sumbat dan air mengering. Namun demikian kembali lagi lobang pembuangan air sumbat dan air kembali menggenang. (parlin)

Tentang Penulis

Hendrik Situmeang

1 Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar