Kriminal

Sunat Bansos Buluduri, Sudah Dua Jadi Tersangka

Iptu Doni Saleh

Sidikalang-Dairi Pers ; Kisruh pembagian dana Bantuan sosial covid-19 desa buluduri, kecamatan lae Parira, kabupaten Dairi terus berlanjut. Polisi menetapkan satu lagi tersangka atas nama MS istri kepala desa Buluduri dengan peran menyuruh. Demikian diungkapkan  Kasubbag humas Polres Dairi Iptu Doni Saleh.

MS dijerat dengan Pasal 55 dan 56 KUHP tentang Penyertaan, sebab berperan sebagai orang yang menyuruh orang lain untuk melakukan tindak pidana. MS dipersangkakan menyuruh EA seorang perangkat desa untuk menyunat bansos dari Rp. 600.000 menjadi Rp. 100.000. EA juga lebih dahulu ditetapkan menjadi tersangka. Namun keduanya tidak ditahan

MS yang menyuruh EA untuk mengutip uang bansos dari para penerima di Kantor Pos Parongil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi. MS ditetapkan jadi tersangka  16 Mei  setelah dilakukan pengembangan dari EA.

Sementara, empat orang lainnya yangbersamaan diamankan dengan dua tersangka kasus ini masih terus diperiksa.  Sedang  hasil pemeriksaan, keterlibatan Kades Buluduri masih belum ditemukan, Ujar Donni Saleh

Aduan Togu Sinaga

Kasus ini merebak setelah seoarang warga buluduri Togu Sinaga mengadukan pemotongan yang dialaminya  dengan nomor  laporannya, LP/147/V/SU/DR/SPK tanggal 13 Mei 2019 Dari seharusnya Rp 600 ribu, tinggal Rp100 ribu per keluarga . Berdasar laporan itu polres Dairi  mengembangkan guna mengungkap otak di balik pemotongan bansos ini, sekaligus pihak-pihak lain yang terlibat,” kata Donni.

Togu Sinaga mengaku, dirinya dicegat oleh EA  Kantor Pos Parongil usai mencairkan  uang bansos sebesar Rp 600 ribu. Togu dipaksa untuk menyerahkan uang Rp 600 ribu tersebut. lalu pulang ke rumahnya.

Sore harinya, EA mendatangi rumah Togu Sinaga untuk mengembalikan uang bansos hak Togu, namun hanya  Rp100 ribu. “Pelapor keberatan karena uang bansosnya dipotong, tinggal Rp 100 ribu

Selanjutnya Kamis (14/5), Polres Dairi menetapkan tersangka EA seoarang perangkat desa dengan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan.  Sementara pengembangan MS istri kepala desa Buluduri ditetapkan jadi tersangka 16 Mei.

Sementara itu disebutkan pengembangan kasus ini masih terus dilakukan polres  Dairi termasuk melihat keterlibatan pihak lain dalam pemotongan bansos ini (Hen)