Lokal

Sumur Bor Kaban Julu Gagal, Dana Desa Dikorup?

salah satu sumur Bor yang tidak berfungsi sejak dibangun

Sidikalang- Dairi Pers : Penggunaan Dana Desa Kaban Julu, Kecamatan lae Parira Kabupaten Dairi tahun 2018 untuk pembauatan sumur bor gagal karena dari dua titik sumur bor yang dibangun hanya satu yang akhirnya berisi air. Satu sumur bor yang dibangun kering kerontang sejak dibangun. Dugaan mesin pompa penyedot bekas juga menyeruak.

Pantauan Dairi Pers Jumat (13/9) dua titik pembangunan sumur Bor di dua dusun desa kaban julu yakni dusun II dan Dusun III . Dan di dusun II sama sekali kering kerontang. Ironisnya sumur bor persis di samping  kantor kepala desa di dusun II itu juga tidak pernah berisi air. Menurut warga sejak dibangun bak hanya berisi sekali saja usai proyek. Habis itu air sama sekali tidak ada dalam bak. Sementara di dusun tiga bak air penampungan berisi namun hanya sepertiga. Kondisinya sangat memprihatikankan berlumut dan jauh dari kesan bersih.

Menurut warga sempat pembangunan sumur bor di desa itu tidak pernah mereka nikmati. Sejak selesai hanya seminggu berfungsi selebihnya kering. Mesin penyedot ( pompa) yang dipasang sama sekali tidak pernah dinyalakan. Disebutkan untuk satu titik pembuatan sumur bor dianggarkan sebesar Rp. 82 Juta sehingga Dana desa tahun 2018 yang digunakan untuk pembangunan sumur bor sebesar Rp. 164 juta tersebut terbuang sia sia.

Begini sederhananya bentuk pertanggung jawaban penggunaan dana desa kaban julu

PLT Kepala desa Kaban Julu James Antony Pane, SE yang coba dikonfirmasi tidak berhasil. Sedang sekdes Kaban julu Elvionita Togatorop saat dikonfirmasi Jumat (13/9) mengakui kalau sumur bor tidak berfungsi. Namun sekdes tidak dapat menerangkan lebih lanjut karena dirinya mengaku baru diangkat menjadi sekdes Mei 2019.

“ Itu memang berasal dari dana desa 2018. Namun saya belum menjadi sekdes kala itu jadi kurang tahu “ sebut Sekdes.

Sementara itu James Antony Pane, SE diketahui merupakan ASN dilingkungan kantor Camat Lae Parira dan telah bertugas selama 2 tahun sebagai PLT di desa Kaban Julu. ASN yang satu ini diketahui beberapa kali menjabat sebagai PLT kepala desa yang pensiun dan kerap ,mengerjakan beberapa proyek desa yang bersumber dari dana desa . (Sirait)