Peristiwa

Sudah 3 Kasus Berhubungan , Guru SMA N 2 Sidikalang Meninggal Diduga Covid-19

RT Guru SMAN 2 Sidikalang meninggal diduga terparar Covid 19

Sidikalang- Dairi Pers : RP (43) guru di SMAN 2 Sidikalang diduga meninggal terpapar covid 19 sabtu (5/12). Ini kasus kedua berhubungan dengan SMAN 2 Sidikalang setelah 2 hari sebelumnya diketahui kabag protocol pemkab Dairi meninggal dimana istrinya diketahui juga mengajar di SMAN 2 Sidikalang. “ Ini baru masuk ke rumah sakit Bina kasih istri guru di SMAN 2 bersama dua anaknya. Jadi  kami sangat bermohon kepada Gugut tugas Covid 19 Dairi untuk memperhatikan kami . meski kami memang dibawah  naungan propinsi namun kami tetap warga Dairi paling tidak bisa di swab”

Demikian Tumanggor kepala SMAN 2 Sidikalang kepada Dairi Pers sabtu (5/12). Dikatakan Tumanggor karena sudah lama sekolah tidak melakukan tatap muka maka dugaannya tidak mungkin klaster sekolah. Namun demikian setelah tiga kasus berhubungan dengan SMAN 2 Sidikalang pihaknya meminta instansi terkait memberikan perhatian sehingga menjadi langkah antisipasi sekaligus memutus penyebaran Covid 19 di Dairi.

Dikatakan Tumanggor pihaknya telah mencoba berbicara dengan tim Gugus Dairi Sahalatua Manik namun untuk fasilitas SWAB gratis belum ada. Tim gugus hanya menyanggupi dapat memfasilitasi kepada instansi terkait jika sekolah ingin melakukan SWAB. “ Biaya swab masih tinggi jadi kita masih berpikir bagaimana solusinya ini. Namun bagaimanapun guru di sekolah ini sudah mendesak harus dilakukan test swab “ sebutnya

3 Kasus

Sebagaimana diketahui kasus dugaan covid 19 yang bersinggungan dengan sekolah ini sudah sebanyak 3 kasus.  Kasus pertama akan meninggalnya kabag protocol di kantor Bupati Dairi dimana istri yang bersangkutan diketahui mengajar di SMAN 2 Sidikalang. Kasus berikutnya RT yang meninggal satu merupakan guru di SMAN 2 Sidikalang meninggal sabtu (5/12). Dan kasus ketiga istri seorang guru SMAN 2 bersama dua anaknya diduga terpapr coviod 19 kini dirawat di Bina Kasih Medan.

Jika tidak secepatnya diperhatikan dikhawatirkan dari sekolah ini akan muncul klaster baru penyebaran covid di Dairi. Hendaknya hal ini menjadi perhatian  Tim Gugus kabupaten Dairi. ( Hen )