Kriminal

Suami Bantah Pembunuhan , Tukang Surabi Akui Yosep Sarapan Diwarungnya

Yosep suami korban dan almh Amelia

Subang- Dairi Pers : Misteri pembunuhan Ibu dan anaknya Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu yang mayatnya ditumpuk di mobil mewah Alphard belum juga menetapkan tersangka.  Kini banyak mata tertuju pada Yosef, suami dan anak dari korban pembunuhan tersebut

Yosef sudah tiga kali diperiksa polisi hingga HP miliknya disita sebagai barang bukti. Yosef dan istri mudanya bahkan menyewa pengacara setelah menjalani pemeriksaan polisi. Meski demikian, hingga kini polisi belum menetapkan tersangka kasus pembunuhan yang menimpa ibu dan anak, Tuti Suharni dan Amalia Mustika Ratu.

Kapolres Subang AKBP Sumarni mencurigai, ada dugaan kuat pelaku pembunuhan adalah orang dekat korban. Polisi juga curiga dengan posisi mobil Alphard yang diparkir dengan posisi miring layaknya disetir oleh orang yang tidak bisa menyetir mobil.

“Jadi mobil Alphard parkir tidak rapi, miring. Itu diperkirakan yang mengemudikannya itu tidak terlalu menguasai cara kemudi yang baik,” kata AKBP Sumarni.

Di sisi lain, pengacara Yosef, Rohman Hidayat, mengakui bahwa kliennya tidak bisa menyetir dan biasa pergi mengendarai motor.

Alibi Yosef 

Malam saat kejadian pembunuhan, Selasa (17/8/2021), Yosef mengaku berada di rumah istri mudanya, M. Kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat menekankan hal itu diperkuat dengan kesaksian anak-anak M.

Sejak datang sekitar pukul 21.30 WIB, kata Rohman, Yosef maupun M tidak keluar rumah. “Malam juga tidak ada yang keluar,” kata Rohman Hidayat.

Pagi harinya, menurut Rohman pengacara , Yosef memerintahkan istri mudanya untuk membeli sarapan. “Didukung saksi tukang surabi pagi-pagi beli di sekitar rumah ibu Mimin, ” kata Rohman Hidayat.

Yosef lantas janjian dengan seorang caddy golf. Menurut Rohman, ia pulang untuk mengambil stik golf. “Jam 6.58 WIB pagi sebelum pulang telepon caddy, namanya pak ustaz, janjian mau golf, janjian melalui 6.58,” kata Rohman Hidayat. Rohman yakin betul bahwa kliennya sama sekali tak terlibat dalam pembunuhan ini.

Cahyati Penjula Surabi

Penjual Surabi Akui Yosep Sarapan

Kabar terbaru mengenai kasus pembunuhan Ibu dan anak di Subang, Jawa Barat, kembali mencuat. Kali ini datang informasi baru dari penjual serabi yang menyaksikan sendiri bagaimana suami korban pembunuhan di bagasi Yosef Hidayah, sarapan di tempatnya.

Seingatnya, Yosef sarapan di tempatnya menjual serabi, di mana saat siang kemudian didapati informasi adanya pembunuhan ibu dan anak yang menggegerkan itu.

Kesaksian itu setidaknya disampaikan Caryati channel Youtube enterpreneur Heri Susanto. Heri bahkan turun langsung untuk mewawancarai si penjual serabi bernama Ibu Caryati itu. Heri Susanto sendiri belakangan merupakan salah satu Youtuber yang gencar membuat konten mengenai peristiwa pembunuhan Subang usai peristiwa terjadi.

Banyak warga Subang yang bahkan kerap menanti video-video investigasinya atas kasus ini.

Dia juga kerap mengupdate dan mewawancarai banyak saksi yang beririsan dengan peristiwa berdarah tersebut. Termasuk sejumlah orang yang ikut dijadikan saksi oleh Polisi, dan yang melihat langsung bagaimana penemuan mayat pertama kali.

Tukang serabi lihat Yosef sarapan

Perbincangan antara Heri dan Caryati pun dimulai. Di rumahnya yang terdapat banyak kayu bakar untuk bahan memasak serabi, ibu tua itu memberi kesaksian bagaimana Yosef coba memesan empat buah serabi padanya.

“Pak Yosef ,dia beli serabi, yang diceplok dua, yang dikocek dua, jadi 4. Dia sarapan di tempat saya,” katanya dikutip Hops.id, Kamis 26 Agustus 2021.

Usai matang, Yosef tak langsung membungkusnya. Caryati bilang Yosef ingin keempat pesanannya itu ditaruh di atas piring. “Habis nyiapin terus taruh di piring, bapak mau makan di sini, enggak mau dibawa pulang,” katanya.

Ketika itu, Caryati yang sudah lupa-lupa ingat mengaku lupa pukul berapa kira-kira Yosef sarapan di tempatnya. Karena memang dia punya banyak pelanggan, termasuk di waktu Yosef memesan. Namun seingatnya, diperkirakan jam 06.00 sampai pukul 06.30 WIB.

“Saya tuh enggak perhatikan dia belinya jam berapa. Saya lihat jam kalau lihat HP saja. Saya juga enggak perhatikan betul dia pakai baju apa. Karena sudah banyak yang pesan jadi saya enggak perhatikan. Kira-kira jam 06.00 sampai 06.30 pagi,” kata dia dengan kental bahasa Sundanya.

Yang pasti, Caryati selama ini mengaku selalu mulai berjualan selepas Subuh. Ketika didesak Heri, Caryati yang awalnya yakin sempat galau seputar hari apa, Yosef datang ke tempatnya.

Namun dia kembali meyakinkan kalau seingatnya, usai Yosef sarapan, siangnya keluarga Caryati mendapat kabar ada peristiwa menggegerkan pembunuhan di Subang. Dari sanalah dia kemudian lalu mengingat-ingat kembali Yosef.

Sementara itu, menurut Heri, info terbaru ini setidaknya bisa dijadikan referensi bagi Polisi. Siapa tahu, info ini, kata dia, bermanfaat. Publik yang menontonnya setidaknya juga mengomentari, apakah benar Yosef berada di tempat istri muda dan memilih sarapan di luar, seperti keterangan yang acap dilontarkan.

“Tentu info ini perlu didalami lebih lanjut oleh Polisi, terkait kebenarannya,” demikian yang dikatakan Heri. (Hen/ Dikutip dari Grib dan Tribun)