Ekonomi

Sosialisasi Kartu Tani, Bupati Bongkar Masalah Pupuk Dairi

Bupati Dairi DR Eddy Saat menyampaikan sosialisasi kartu tani di balai budaya

Sidikalang- Dairi Pers : Janji kampanye Eddy- Jimmy dalam perhatian dunia pertanian dengan penerapan kartu tani mulai disosialisasikan kepada kelompok tani dan petani Rabu (9/10) di balai budaya Sidikalang. “ Permasalahan pupuk bersubsidi yang kini mencuat ditengah masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah. Tahun 2019 kita hanya diberikan pupuk bersubsidi 32 persen dari permintaan kita seluruhnya. Akhirnya kini petani kewalahan. Tahun depan ini tidak bisa terjadi lagi. Apapun harus dilakukan pemerintahan kami agar masalah begini tidak pernah terulang lagi”

Demikian disampaikan Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu saat sosialisasi kartu tani  yang merupakan kerjsama pemkab Dairi dan BNI.  Hadir dalam sosialisasi ini Pimpinan OPD, Camat, Lurah, Kepala Desa, Distributor dan Kios Pupuk Bersubsisi,  Koordinator dan PPL Pertanian serta Undangan.

Bupati Dairi menguraikan Dairi memiliki luas wilayah 192.180 Ha, dimana  96.913 Ha atau 48% merupakan lahan pertanian yang dikelola oleh Kelompok Tani sebanyak 1.537 Kelompok Tani yang tersebar di 15 Kecamatan, 161 Desa dan 8 Kelurahan dengan kontribusi 46,02% untuk Gross National Product yang artinya sektor Pertanian merupakan Pilar Kesejahteraan Masyarakat Dairi.

 “Kita paham saat ini  kita tengah sangat disibukkan dengan kesulitan ketersediaan pupuk yang ada di masyarakat . Kesulitan itu tidak saja dialami Kabupaten Dairi  tetapi seluruh Kabupaten  di wilayah Sumatera Utara . Itulah sebabnya pertemuan ini menjadi penting saya minta perhatian dari seluruh yang hadir bukan hanya sekedar tatap muka tetapi sangat penting untuk melimpahkan landasan dan kerja-kerja kita kedepan agar produktivitas pertanian semakin bagus dan masalah yang ada bisa kita selesaikan dan masyarakat kita bisa sejahtera” sebutnya

Dikatakan Bupati  Ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Dairi sejak Tahun 2019 mendapat alokasi sebanyak 18.854 Ton yang disalurkan melalui 6 distributor dan 154 kios pengecer.

“Alokasi pupuk bersubsidi yang ada sekarang tidak sampai 40% dari kebutuhan pupuk kita yang disediakan oleh APBN, jadi kebutuhan pupuk kita berdasarkan e-RDKK  yang disusun tahun lalu hanya diberikan 32,5%” ungkap jelasnya.

Dikatakan tidak mengejutkan kalau pupuk bersubsidi sudah habis dilapangan karena memang kebutuhan e-RDKK jauh diatas jumlah pupuk yang disediakan Pemerintah. “Oleh karena itu kita harus menyikapi hal-hal ini, percayalah hal-hal ini bisa saja terjadi terus di masa-masa yang akan datang jadi ketersediaan pupuk itu akan lebih sedikit daripada kebutuhan kita” jelasnya.

Dikatakan Bupati Penerapan Sistem Kartu Tani ini akan memberikan manfaat seperti, menjamin bahwa hanya petani yang terdaftar dan menyusun RDKK dan memilih kartu tani yang aktif dapat membeli pupuk di kios pengecer, pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi akan semakin kecil terjadi penyimpangan, penyaluran tercatat secara elektronik di kartu tani sehingga mudah dalam memperoleh dan mendesiminasi informasi pengawasan dan pembinaan, kartu tani juga dapat dijadikan sebagai fasilitas penyaluran bantuan Pemerintah lainnya, dan penerapan kartu tani ini secara tidak langsung akan mempromosikan transaksi keuangan non tunai ke masyarakat petani sehingga transaksi bisa menjadi lebih praktis dan efisien. “Saya ingin, Pemerintah ingin agar masyarakat Dairi cepat untuk menikmati era transaksi non tunai ini” jelasnya (Hen)