Yang Miring

Sikit Sikit “Viral”

Ilustrasi

Menyebar dengan cepat dan meluas atau viral bagi sebahagian orang sudah menjadi kebutuhan. Keinginan terkenal dan populer menjadi incaran. Maka tak sedikit orang melakukan tindakan bodoh demi viral. Ada yang selfie di jurang, Selfie di gedung bertingkat dan ditempat tempat extrim lainnya. Akhirnya tewas mengenaskan.

Viral berbagai bentuk dan model mulai dari goyang ngebor inul daratista, ingat keong racun di youtube? Nah di jawa barat maling kecil jadi terkenal karena saat ditangkap ketahuan pakai celana dalam wanita berenda. Kegiatan malingnya biasa saja yang buat unik celana dalam ini.

Ada yang naik sepeda motor sambil mandi, ada naik sepeda motor ke ramba  ramba gaesss. Ada yang beternak ular pitor, buaya,  kalajengking dan lainnya yang seram seram menjadi viral. Demikian di dunia seni begitu viralnya lagu entah apa yang merasukimu. Dari timur indonesia anak SMP panjat tiang bendera saat tali tersangkut.

Belum lama ini muncul raja dan ratu keraton agung sejagat, di jawa barat sunda empire dan ke lokal ada ayam pinadar dan mutasi yang jadi pembahasan hangat. Satu yang menarik ketika Ganda Manalu muncul selalu akan menjadi viral dan manarik untuk diikuti.  Ciri viral itu hal yang belum pernah terjadi, unik tampil beda dan diluar logika dan kewajaran. Tentunya ciri utama menarik minat untuk diketahui.

Viral kini sudah menjelma menjadi suatu penyakit kejiwaan yang harus dihormati. Dihormati dalam artian tidak usah ditanggapi apalagi jadi berkelahi karenanya.  Jika masanya habis akan berlalu layaknya kabut tersapu angin.

Kemajuan IT dan perangkat komunikasi telah membuat begitu cepat meluasnya informasi. Peristiwa dan kejelekan menjadi paling menarik untuk dikejar orang. Menarik, lucu dan tampil beda akan cepat membuat viral. Kalau materi berbau porno dan selingkuh  biasanya jarang viral meski sejujurnya kasus demikian paling banyak pembacanya. Namun karena asik dan menegangkan menyeret libido biasanya jarang dikomentari. Jadi hanya dinikmati sendiri pembaca saja hehehe.

Satu rumah makan ayam pinadar di Dairi belum lama ini menjadi viral. Hingga Hotman Paris juga ikut ikutan. Belum lagi sejumlah televisi. Bagiku tidak terlalu menarik karena kutahu sudah puluhan tahun rumah makan itu ada. Maka aku tidak tertarik dan sama sekali tidak terkejut. Silahkan saja namanya juga alam karena viralnya akan berakhir cepat atau lambat.

Apapun viral yang terjadi dunia ini bagiku sama dengan tiori “menghilangkan bau jengkol makanlah petai” Bau jengkolnya hilang tinggal bau petainya yang dibahas. Saya melihat 3 kali  mutasi di pemkab Dairi semunya viral. Pertama mutasi pada akhir november 2019 menimbulkan viral, kedua pada 31 desember 2019  dan 13 Januari 2020.

Viral mutasi november 2019 tertutup oleh mutasi 31 Desember 2019. Demikian viralnya mutasi 31 Desember tertutup oleh viralnya mutasi pada 13 Januari 2020. Jadi hasilnya sebatas informasi meluas saja . Dibahas sebatas medsos dan terakhir hilang perlahan bagai tertelan semilir angin saja.

Mereka yang sebelumnya ganas ganasan di FB tidak terima kini sudah masuk ngantor lagi. Mereka yang menghujat tidak terima, merasa kecewa dan lainya kini sudah jinak dan berubah menjadi anak baik. Jadi kalau melihat yang viral jangan terlalu menanggapi nanti juga akan berhenti saat memasuki masa kedaluarsa. (Penulis Hendrik Situmeang)

Tentang Penulis

Hendrik Situmeang

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar