Lokal

Sikapi Demo Pedagang, Pemkab Dairi Lakukan Kajian

Lupinus Sembiring

Sidikalang- Dairi Pers : Demo pedagang pusat pasar Sidikalang  atas tarif  sewa gedung  Selasa (13/10). Pemkab Dairi telah melakukan kajian atas Pedagang Blok A dan Blok B Pasar . kejadian itu muncul tidak terlepas dari dampak Covid-19 yang mempengaruhi income dari para pedagang yang ada di Pasar Sidikalang.

Demikian Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Dairi, Lupinus Sembiring menyebutkan  adanya Sosialisasi yang dilakukan oleh PD Pasar terhadap pedagang tentang Sosialisasi sewa Gedung sudah berdasarkan telaah dan evaluasi yang matang yang dilakukan pihaknya terkait Tarif Sewa Kios Blok A dan Blok B Pasar Sidikalang periode 2020 s/d 2021, hingga dikeluarkannya Surat Bupati Dairi selaku KPM  PD Pasar Kabupaten Dairi Nomor :511.2/4786 tanggal 07 Oktober 2020 tentang Persetujuan Masa dan Besaran Tarif Sewa Kios Blok A dan Blok B Pasar Sidikalang Tahun 2020 s/d 2021.

dikatakan munculnya protes yang dilakukan para pedagang juga diduga akibat adanya kesalahan pemahaman  para Pedagang terhadap hak pakai dengan biaya sewa yang diangsur, dan pemberian Kartu Ijin Berjualan yang diagunkan kepada Bank Sumut untuk pembayaran angsuran sewa selama 10 (sepuluh) tahun

‘Perhitungan tarif sewa kios blok A dan blok B sudah meringankan pedagang melalui  alternatif  nilai terkecil dibandingkan tarif sebelumnya dan tarif pasar di daerah lain,” ungkap Lupinus.

Sementara penurunan pendapatan pedagang dampak pandemic Covid-19 membutuhkan pertimbangan pemberian stimulan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah.

“Rencana pemberian stimultan ini sedang dikaji lagi oleh pimpinan untuk meringankan beban para pedagang. Salah satunya opsi yang akan dilakukan Melakukan subsidi pembebasan masa sewa kepada pemegang KIB pada Blok A dan Blok B Pasar Sidikalang selama 3 (tiga) bulan di masa pandemi ini. Atau, melakukan subsidi pembebasan masa sewa kepada seluruh pemegang KIB seluruh pasar di Kabupaten Dairi selama 3 (tiga) bulan sebagai stimulan ekonomi kepada pedagang. Dengan syarat penerima merupakan anggota koperasi / organisasi pedagang pasar, dan mengaplikasikan Transaksi Non Tunai (QRIS) di kiosnya.”sebut Rupinus (Hen)