Kriminal

Sering Main Perempuan, Istri Otaki Pembunuhan Suami

Polisi paparkan alat yang digunakan dalam pembunuan

Karawang- Dairti Pers : Polres Karawang mengungkap pembunuhan pemilik rumah makan Padang ternama, Khairul Amin (54) yang ternyata diotaki oleh istrinya NW (49). Motif pembunuhan karena sang istri sakit hati korban punya wanita idaman lain (WIL).

“Motif sementara karena korban memiliki WIL dan sering meminta uang. Pelaku merencanakan pembunuhan ini sejak bulan September hingga korban berhasil dibunuh,” kata Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono, Sabtu (6/11/21).

Kepada polisi, NW mengaku tak tahan dengan kelakuan korban yang suka main perempuan hingga sering meminta uang. Selain menangkap NW, polisi juga menangkap lima orang eksekutor pembunuhan korban yaitu AM (25), H (39), BN (34), RN (33) dan Mh (25).

Aldi menjelaskan, polisi pertama kali menangkap AM. Kemudian dari tertangkapnya AM berkembang kepada otak pelaku yaitu NW.

“Masih ada dua pelaku lain yang DPO, kami masih melakukan pengejaran. Seluruh pelaku berjumlah delapan orang,” katanya.

KRONOLOGI

Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono mengatakan, tersangka NW merencanakan pembunuhan terhadap suaminya, korban Khairul Amin, sekitar September 2021. Jika berhasil membunuh korban para eksekutor akan dibayar Rp30 juta. “Jadi rencana pembunuhan sudah cukup lama direncanakan oleh tersangka NW. Uniknya, tersangka NW membuat perjanjian di atas kertas bermaterai dengan eksekutor dalam perjanjian pembayaran pembunuhan,” kata Kapolres Karawang dalam konferensi pers di Mapolres Karawang, Sabtu (5/11/2021).

AKBP Aldi Subartono menyatakan, setelah perjanjian disepakati, enam eksekutor bergerak mencari kesempatan membunuh korban.

Aksi pertama enam pelaku gagal dilaksanakan. Sebab, saat para pelaku menunggu di dekat rumah korban tapi Khairul Amin tidak pulang. “Setelah sempat menunggu lama, para pelaku gagal mengeksekusi korban,” ujar AKBP Aldi Subartono.

Beberapa hari kemudian tersangka NW memberikan informasi korban sedang makan malam di warung ayam goreng di GOR Panathayuda. Para pelaku, kemudian bergerak untuk beraksi dengan menunggu korban pulang ke rumah. Namun untuk memastikan keberadaan korban, tutur Kapolres Karawang, seorang pelaku mendatangi warung ayam goreng untuk memastikan korban ada di sana.

“Jadi salah satu pelaku sempat mendatangi warung untuk melihat korban sedang makan,” tutur Kapolres Karawang. selanjutnya para pelaku menunggu di dekat mini market di GOR Panathayuda. Para pelaku menunggu korban pulang. Sekitar pukul 10.11 malam korban pulang kerumah didekat lokasi makan.

Kemudian para pelaku membuntuti korban. Setelah dekat rumah, pelaku langsung mengejar dan membacok kepala korban. Pelaku lain menusuk dada korban hingga korban tersungkur bersimbah darah. Tak lama kemudian korban meninggal dunia.   (Hen/ Dikutip dari Inews)