Sosial

Serahkan Bantuan Keluarga ,Ny Romy Mariani : Mereka Tidak Pernah Meminta Dilahirkan Demikian (Bag. 1)

Ny Romy Mariani

Sidikalang- Dairi Pers : Tak seorangpun manusia semasa dikandungan mempunyai hak “request” memesan  seperti apa dia dilahirkan dan menjalani kehidupan. Itu sebabnya kelahiran seorang manusia dibumi sesungguhnya sebuah misteri yang menjadi hak prerogatif Sang Pencipta. Kekurang sempurnaan seorang manusia sesunguhnya menjadi kewajiban orang  yang sempurna untuk membuat mereka “tersenyum”

Demikian Ny Romy Mariani disela sela penyampampaian bantuan dari keluarga DR Eddy Berutu kepada sejumlah penyandang disabilitas disejumlah desa di kecamatan Silima Punggapungga, Kabupaten Dairi jumat (29/5). The First Lady Dairi itu bahkan sempat “ terhenti” sejenak saat bertemu Leni Napitupulu disebuah rumah sederhana di kelurahan Parongil. Gadis  berusia 25 tahun itu menderita lumpuh. Hanya satu teman setianya selama 25 tahun menjalani hidup yakni satu unit televisi . Sayang teman setianya itupun  kini sudah tidak bersedia lagi menghiburnya karena sudah rusak dan tidak mempunyai biaya untuk memperbaiki.

Istri Bupati Dairi itu sejenak  terlihat “kaku” bagai merenung. Sorot matanya yang tersisa  dibalik balutan masker yang menutupi separuh wajah itu tidak bisa berbohong. Sepertinya ada yang tertahan hingga  mata jernih itu seketika memerah meski buru buru terlihat mencoba menetralisir emosional harunya.

Ny Romy Mariani yang ditugaskan keluarga DR Eddy Berutu untuk menyampaikan bantuan sembako mendekati Leni Napitupulu yang sepanjang hidupnya menghabiskan waktu di tilam usang dan sebuah televisi itu terlihat berbincang.

Tidak tahu lagi saya mau bicara apa kala itu  saat adinda Leni tersebut bercerita sahabat setianya sebuah televisi itu rusak. Leni sudah tidak punya hiburan lagi, Leni hanya banyak merenung dan berdiam diri menghabiskan hari menunggu senja mengusir  malam untuk memejamkan mata tertidur. Demikian rutinitas membosankan itu berbulan bulan. Saya tidak bisa membayangkan betapa beratnya kehidupan demikian. Ingin rasanya terbang ke Sidikalang untuk secepatnya menggantikan televisinya agar senyumnya bisa kembali” sebut  Ny Romy.

Sebagai seorang wanita dan Ibu tentunya perasaan lebih mendominasi. Namun saya harus bisa propesional dan mengendalikan diri. “ Saya coba bantu Leni mengembalikan senyumnya dan saya masih mempunyai dana yang saya serahkan kepadanya untuk secepatnya teman setianya itu diperbaiki. Saya ingin leni kembali tersenyum” sebut Ny Romy.

Disebutkan wanita yang mengenakan masker bercorak biru itu sesungguhnya pelajaran berharga dari peristiwa itu betapa kita harus terus bersyukur dengan kesempuraan yang diberikan Tuhan kepada kita. Aplikasi Kesyukuran paling tinggi ketika ita bisa membuat mereka yang kurang beruntung bisa tersenyum.

Mereka juga tidak pernah meminta demikian untuk dilahirkan. Maka mereka tidak pantas untuk kita abaikan.  Mereka juga individu yang punya rasa dan keinginan yang wajib kita hormati. Saya terharu dan bahagia bisa dipertemukan dengan Leni . Darinya saya dapat banyak pelajaran akan arti kesabaran, ketabahan dan tidak putus asa kelak akan berbuah manis.

 Leni seorang pribadi yang tulus dan sabar dengan keterbatasan yang diberikan  Tuhan kepadanya . Darinya kita bisa memetik banyak makna kehidupan dan perasaan” sebut Ny Romy Mariani (hen)