Peristiwa

Sempat Terlunta di Malaysia , Jenazah Eni Irawati Ujung Akan Dikembalikan ke Dairi

Salah satu status FB Jansen Sitindaon minta peran KBRI di Kuala Lumpur

Sidikalang- Dairi Pers : Eni Irawati Ujung warga Dairi yang meninggal dunia di malaysia akhirnya berhasil diidentifikasi setelah sempat terlunta di rumah sakit Kula Lumpur .  Ketua DPP Partai Demokrat yang juga anak Dairi Jansen Sitindaon menginformasikan kalau Eni adalah anak Dairi dan memohon bantuan KBRI di Malaysia.  Putri Dairi itu akhirnya bisa diidentifikasi dan rencananya akan dikembalikan ke Dairi.

Terungkapnya siapa Eni Irawati Ujung bermula saat akun FB Yuli Syafritri memposting akan adanya seorang  ibu yang meninggal dunia di  rumah sakit Kuala Lumpur Malaysia. Pihak rumah sakit tidak mengetahui bagaimana mengabarkan kepada sanak familinya. Namun dalam akun itu disebutkan kalau jenazah orang sidikalang.

Berdasarkan Informasi itu adik almarhumah Arkomo Ujung meminta bantuan Jansen Sitindaon agar menghubungi KBRI Malaysia sekaligus menyampaikan kalau   jenazah adalah keluarganya dan berharap jenazah sang kakak dapat dikembalikan ke tanah air.

Jansen Sitindaon yang langsung menghubungi KBRI di Malaysia. Akhirnya setelah berproses KBRI melalui atase penerangan  Agung Cahaya Sumirat telah berhasil mengidentifikasi akhirnya jenazah diurus KBRI dan akan dikembalikan ke Dairi.

Jansen Sitindaon yang dikonfrimasi Dairi Pers menyampaikan terimakasih kepada KBRI di Kuala Lumpur.  Atas nama masyrakat Dairi Jansen Sitindaon menyampaikan terimakasih sehingga keberadaan almarhumah dapat diidentikasi. Pihaknya juga berharap para sahabat dan keluarga almarhumah di Dairi dapat membantu kepulangan jenazah ke Dairi.

Jansen menyebutkan sangat bahagia bisa memberikan bantuan sehingga keberadaan alamrhumah bisa diidentifikasi dan jenazah almarhumah bisa diurus KBRI di Kuala Lumpur dengan cepat . “ Kita berharap jenazahnya bisa tiba di tanah air dan dikebumikan dengan layak. Kepada keluarga yang ditinggalkan kami sampaikan tabah dan ikut berduka cita” sebutnya (Ipen)