Yang Miring

Semakin Hebat Semakin Lemah

ilustrasi

Jaman dulu banyak pembohong dan penipu sukses dalam karir dan kekuasaan. Tak sedikit juga menjadi kaya raya karena kemampuannya memainkan lidah. Kini kemajuan iptek telah memangkas lidah para penganut kepercayaan“ gabus mulana”. Iptek juga semakin memperkuat sesungguhnya neraka itu ada. Agaknya iptek semakin canggih memaksa orang harus jujur. Tetap berpola lama bohong dan penipu maka akan tergilas jaman.

Era android menjadi contah terkini yang bisa menjadi wasit sekaligus membongkar kebusukan dan  sifat jelek manusia. Era hanphone “ipit ipit” dulu kita masih bisa berbohong akan lokasi kita dimana berada. Sekarang jangan coba coba karena aplikasi melihat lokasi kita saja begitu mudahnya di down load.

Jadi jika kini melihat orang pegang HP “ ipit ipit” kemungkinannya ada dua hal. Pertama salah satu upaya mengelabui agar bebas ber KKN. Kedua memang miskin dan mampunya sekelas HP itu saja. Artinya jika mereka yang memiliki HP andorid lebih jujur dari pemilik HP ipit ipit. Dan kalau memiliki keduanya artinya “pemain”

Jika era dulu begitu mudah merekayasa tender proyek hingga pemenangnya sesuai selera , kini jangan coba karena jejak digital sangat mudah dilacak. Jika dulu begitu mudahnya ngaku orang hebat, ganti wajah jadi ganteng atau cantik di FB kini masih tetap bisa hehehe.

Saya berpikir sesungguhnya malaikat itu ada yang tugasnya setiap hari mencatat kelakuan kita baik dan buruk. Buktinya sekelas handphone aja kini sudah bisa mencatat semua perjalanan kita jam dan detik dimana kita berada , apa yang kita bicarakan dan kejahatan apa yang kita rencanakan. Jika handphone tidak jujur tentunya KPK tak sehebat sekarang. Maka hati hatilah disadap. Semakin canggih HP anda maka semakin mudah ‘menyantap” anda.

Namun sepertinya ada pengecualian bagi beberapa orang. Buktinya ada seorang ASN dalam proses pilkada silam sangat lantam dan sangat berani nyerempet politik. Meski jagoannya kalah kini dia tetap hebat. Jenis ini benar benar canggih bak “musang berbulu ayam” sangat pintar memainkan peluang. Dulu merasa hebat dan kini tetap hebat .  Tapi aku yakin “pemain” yang satu ini sekali kubuka jejak digitalnya bakal terkapar dan sandiwaranya bakal jadi bahan kolokan.

Untuk sesaat kubiarkan dia merasa hebat meski kutahu jenis begini dibadannya terpelihara virus mengganggu. Virus munafik, virus kebohongan dan virus penipu. Bukan tidak bisa segera kutuntaskan namun aku juga menikmati gayanya karena batinku terbahak bahak melihat “ularnya” bergerak dan menggeliat kesana kemari mengejar kekuasaan.

Kembali kepada kemajuan dan iptek sepertinya kebohongan dan penipu akan semakin tersisih. Modernisasi iptek dan kecanggihan jaman semakin membuka topeng topeng kepalsuan. Namun demikian bukan berarti pembohong dan penipu jadi tanpa masa depan dan harapan. Justru mereka akan kekal dan nyaman ketika bertemu model sepertinya. Malah akan membentuk geng kepalsuan.

Bukankah seekor ikan mas akan depresi ketika dimasukkan ke kolam lumpur? Sedang ikan lele justru stres ketika dimasukkan ke kolam air jenih?. Jadi semua sudah ada talenta dan dunianya. Yang baik akhirnya bergabung dengan yang baik sedang yang nakal akan terasa nyaman dilingkungan yang nakal juga.

Namuan semua itu harus kembali ke fitrah sesungguhnya tidak ada yang luar biasa. Semakin tinggi “perangkat” seseorang maka semakin tinggi juga kelemahan yang dimiliki . (Penulis : Hendrik)

Tentang Penulis

Hendrik Situmeang

Tambah Komentar

Klik disini untuk memberikan komentar