Nasional

Ironis Puluhan Tahun Terbiar, Sekeluarga Penyandang Lumpuh Baru Ditangani Setelah Pemerintahan Eddy-Jimmy

sekeluarga penyandang disabilitas dari Parbuluan mulai dirawat di RSUD Dairi

Sidikalang- Dairi Pers : Empat Anak Keluarga Ual sagala Nurlina br. Sitorus  yang menderita disabilatas dari dusun Huta Buntul Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan, Dairi telah tiba di RSUD Dairi jumat (14/2). Dua dokter spesialis yakni dr. Zulfahmi spesialis penyakit dalam dan  dr. Elizabeth Tarigan spesialis anak yang melakukan observasi menyebut kalau kasus kelumpuhan demikian tergolong unik dan langka. Kemungkinan bisa menjadi kasus nasional karena sangat jarang ditemukan.

Empat anak yang menderita lumpuh dan pertumbuhan kurang sempurna itu yakni yakni sehat Mora Sagala (21), Maju Sagala (18), Yogi Samuel Sagala (16) dan Narta Bangkit Sagala (7) menjadi penyandang disabilitas berupa lumpuh dan perkembangan tubuh kurang sempurna.

Seperti diketahui pasangan Keluarga Ual sagala Nurlina br. Sitorus  tinggal di Huta Buntul Parbuluan mempunyai 5 orang  anak.  4 orang diantaranya  menderita lumpuh  dan pertumbuhan tubuh tidak sempurna.  Selama puluhan tahun kasus ini bagai tertutup dan baru dua minggu ini menjadi viral.

Bupati Dairi DR Eddy Berutu memerintahkan dinas kesehatan Dairi untuk mengambil langkah cepat. Jumat (14/3) keluarga penderita disabilitas ini dijemput mobil Ambulance PSC 119 yang selanjutnya dibawa ke RSU Dairi. 

Dua dokter spesialis langsung ditugaskan untuk observasi sementara dan kini menginap di RSU Dairi untuk peningkatan gizi dan penangan lebih lanjut. Hasil sementara observasi dua dokter sepsialis itu menyebutkan Kasus kelumpuhan yang dialami oleh pasien merupakan kasus unik/langka. “ Secara teknis ada kemungkinan kasus ini menjadi kasus nasional, yang dapat dijadikan sebagai bahan pengkajian dan penelitian akademisi kesehatan”  sebut Dr Zul

 Melihat kondisi anak yang disabilitas, dikatakan  perlu ditangani secara tim oleh tim dokter di rumah sakit yang lengkap. Dokter ini menganjurkan dirujuk ke RSU Adam Malik di Medan.Lebih baik lagi Adanya langkah pendampingan bagi pasien untuk mendapatkan prioritas pelayanan kesehatan pada rumah sakit rujukan.

Sesal

Kasus sekeluarga penyandang disabilitas ini menjadi viral setelah mayoritas media mengangkat nasib keluarga Ual Sagala dari Parbuluan ini. Banyak menyesalkan dan sama sekali kecewa karena setelah puluhan tahun kasus ini baru naik ke permukaan.

Dalam kolom komentar pemberitaan  menyesalkan tindakan oknum perangkat desa, medis dan pemerintahan kecamatan dan lainnya membiarkan kasus tersebut hingga setelah 21 tahun berlalu kasus ini baru ditangani di pemerintahan DR Eddy.  Sebelumnya kasus ini bagai dipendam tidak ada yang perduli (Hen)